Badan Meteorologi Dunia Sebut Lautan di Dunia Tumbuh Ke Tingkat Terpanas
Hippopx
Dunia

Dunia saat ini tengah menyoroti isu perubahan iklim global yang terjadi. Dalam laporan Badan Meteorologi Dunia (WMO), menyinggung terkait dengan kondisi lautan di dunia.

WowKeren - Perubahan Iklim belakangan ini diketahui tengah menjadi isu yang diperbincangkan di kanca internasional. Bahkan pada Rabu (18/5), Badan Meteorologi Dunia (WMO) mengatakan bahwa lautan di dunia tumbuh ke tingkat terpanas, dan paling asam dalam catatan tahun lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh WMO ketika para pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa perang di Ukraina mengancam komitmen iklim global. Adapun lautan yang terlihat ekstrem yang paling mencolok ketika WMO merinci berbagai gejolak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dalam laporan tahunan "Keadaan Iklim Global".

Dalam laporan tahunan tersebut, dikatakan bahwa mencairnya lapisan es telah membantu mendorong permukaan laut ke ketinggian baru pada tahun 2021. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas.

"Iklim kita berubah di depan mata kita. Panas yang terperangkap oleh gas rumah kaca yang disebabkan oleh manusia akan menghangatkan planet ini selama beberapa generasi mendatang," ujar Taalas dalam sebuah pernyataan, dikutip Rabu (18/5).



Adapun laporan tersebut mengikuti penilaian iklim terbaru PBB, yang memperingatkan bahwa umat manusia harus secara drastis mengurangi emisi gas rumah kaca atau menghadapi perubahan yang semakin besar terhadap iklim dunia.

Lebih lanjut, Taalas mengatakan bahwa ada sedikit waktu tayang untuk tantangan iklim karena krisis lain, seperti pandemi COVID-19 dan perang di Ukraina, menjadi berita utama. Penasihat khusus Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk aksi iklim yakni Selwin Hart turut memberikan tanggapannya.

Hart mengkritik negara-negara yang mengingkari komitmen iklim karena konflik, yang telah mendorong kenaikan harga energi dan mendorong negara-negara Eropa untuk berusaha menggantikan Rusia sebagai pemasok energi.

"Kami ... melihat banyak pilihan dibuat oleh banyak ekonomi utama yang, sejujurnya, berpotensi mengunci masa depan yang tinggi karbon dan berpolusi tinggi dan akan menempatkan tujuan iklim kami dalam risiko," beber Hart.

Sebelumnya, raksasa indeks ekuitas global MSCI memperingatkan bahwa dunia menghadapi peningkatan berbahaya dalam gas rumah kaca jika gas Rusia diganti dengan batu bara. Sementara laporan WMO mengatakan tingkat pemanasan iklim karbon dioksida dan metana di atmosfer pada tahun 2021 melampaui rekor sebelumnya.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts