Harga Minyak Sawit Kemasan di Thailand Kian Meroket, Larangan Ekspor Indonesia Jadi Biang Kerok?
shutterstock
Dunia

Thailand kini mengelukan harga minyak sawit dalam kemasan yang semakin meroket. Thailand pun turut menyinggung soal Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor minyak sawit di dunia.

WowKeren - Kenaikan harga minyak sawit dalam kemasan terjadi di Thailand. Bahkan kini harga minyak sawit dalam kemasan disebut makin meroket. Upaya para petani, pengekstrak, dan produsen minyak sawit di Thailand untuk membatasi harga minyak sawit kemasan pada 64-66 baht per liter pun terbukti tidak membuahkan hasil.

menurut survei oleh Thai PBS, harga minyak sawit kemasan saat ini telah meroket menjadi 70-76 baht di beberapa pasar. Survei mengatakan bahwa di department store, harga minyak sawit bahkan mencapai 68 baht per liter atau lebih rendah.

Namun ternyat apara produsen kelapa sawit mengklaim harganya seharusnya lebih mahal, antara 77-78 baht. Hal itu karena biaya produksi yang tinggi.

Seorang pemilik toko kelontong mengatakan kepada Thai PBS bahwa dia harus menaikkan harga eceran minyak sawit karena harga grosir untuk paket 12 botol adalah sekitar 800 baht. Jika pedagang itu menjualnya seharga 70 baht, dia hanya akan menghasilkan sekitar 3 baht per botol.



Harga minyak sawit yang tinggi di Thailand tampaknya dipicu larangan ekspor CPO (crude palm oil) oleh pemerintah Indonesia. Pasalnya, Indonesia dikenal sebagai salah satu pemasok sawit terbesar di dunia. Sementara minyak sawit hanya tumbuh di daerah tropis, dan sejauh ini merupakan minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi dan diperdagangkan di dunia.

Diperkirakan, saat memasuki toko serba ada di Asia, hampir 50% produk akan melibatkan minyak sawit dalam pembuatannya atau merupakan bahan yang sebenarnya.

Krisis minyak sawit telah menjerumuskan sebagian besar dunia ke dalam teka-teki. Sekarang harga minyak sawit meroket, harga minyak nabati lainnya sekarang juga naik, seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari.

Sementara itu, diketahui bahwa pemerintah Indonesia kini telah mengumumkan pencabutan larangan ekspor minyak goreng, CPO dan bahan bakunya. Kebijakaran larangan ekspor tersebut dicabut karena pasokan minyak goreng disebut terus bertambah di lapangan berdasarkan pantauan di lapangan. Larangan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya pun bakal resmi dicabut mulai Senin (23/5) mendatang.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts