Dicuri Selama Perang Dunia II, Nobel Foundation Kembalikan Cincin Emas Kuno ke Yunani
Pexel/Git Stephen Gitau
Dunia

Sebuah cincin emas kuno dari era Mycenaean di pula Rhodes telah hilang dicuri selama Perang Dunia II terjadi. Kini Nobel Foundation pun mengembalikan cincin itu kembali ke Yunani.

WowKeren - Kementerian Kebudayaan Yunani pada Jumat (20/5) waktu setempat mengatakan bahwa Yayasan Nobel di Swedia telah mengembalikan sebuah cincin emas kuno yang dicuri dari pulau Rhodes selama Perang Dunia II. Pengumuman itu datang beberapa hari setelah sebuah badan UNESCO mengatakan Yunani dan Inggris telah sepakat untuk mengadakan pembicaraan resmi tentang kelereng Parthenon yang saat ini dipajang di British Museum di London.

Cincin yang dimaksud adalah cincin meterai Mycenaean. Merupakan sebuah cincin dengan sepasang sphinx bersayap. Cincin itu secara resmi dikembalikan pada sebuah upacara di Stockholm pada Kamis, kata kementerian itu.

Cincin tersebut telah ditemukan di Rhodes selama penggalian tahun 1927 di sebuah nekropolis Mycenaean oleh Sekolah Arkeologi Italia, pada saat pulau itu berada di bawah kendali Italia. Hingga kemudian cincin itu dicuri selama Perang Dunia II dari museum arkeologi lokal bersama barang antik lainnya yang belum ditemukan, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Hingga kemudian cincin itu akhirnya muncul di Amerika Serikat. Kemudian dibeli oleh ahli biofisika pemenang hadiah Nobel Hungaria Georg von Békésy, yang koleksinya diakuisisi oleh Yayasan Nobel setelah kematiannya pada tahun 1972.



Cincin itu disimpan di Museum Mediterania dan Barang Antik Timur Dekat Stockholm. Identitasnya dikonfirmasi pada tahun 1975 oleh direktur museum saat itu, arkeolog dan pakar era Mycenaean, Carl Gustaf Styrenius. Cincin itu akan dikembalikan ke museum arkeologi Rhodes, kata kementerian itu.

Era Mycenaean adalah fase terakhir Zaman Perunggu di Yunani kuno,. Mencakup periode dari sekitar 1600 hingga 1100 SM.

Sementara awal pekan ini, komite UNESCO tentang pengembalian kekayaan budaya (ICPRCP) mengatakan Inggris pada April telah mengundang Yunani untuk berbicara tentang nasib Parthenon Marbles. Yunani telah menerima "dan pertemuan antara para pihak akan diatur pada waktunya," kata komite UNESCO.

Kuil Parthenon dibangun pada abad ke-5 SM di Acropolis untuk menghormati Athena, dewi pelindung Athena. Pada awal 1800-an, para pekerja melucuti seluruh jalur dari monumen atas perintah duta besar Inggris untuk Kekaisaran Ottoman, Lord Elgin.

Elgin menjual kelereng ke pemerintah Inggris, yang pada tahun 1817 menyerahkannya ke British Museum di mana mereka tetap menjadi salah satu pameran yang paling berharga. Athena mengatakan patung-patung itu dicuri

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts