Seorang guru ikut meninggal dalam tragedi pembantaian di sebuah SD di Texas Selasa (24/5) lalu. Dua hari setelah kematian sang guru, sang suami yang masih dalam suasana berkabung juga ikut menyusul.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 27 Mei 2022 - 16:57 WIB
WowKeren - Ada cerita aksi heroik seorang guru dalam peristiwa penembakan mengerikan di sebuah SD di Texas pada Selasa (24/5) lalu. Irma Garcia, seorang guru kelas 4 ikut tewas saat melindungi murid-muridnya selama pembantaian tersebut terjadi. Siapa sangka, 2 hari setelah kepergian guru tersebut, sang suami ikut menyusul.
Joe Garcia (50) meninggal Kamis (26/5) pagi waktu setempat setelah membawa bunga ke peringatan untuk istrinya, Irma Garcia. Joe dikabarkan meninggal karena serangan jantung.
Laman GoFundMe yang dibuat oleh Debra Austin, yang mengatakan bahwa dia adalah sepupu dari guru Irma Garcia, mengatakan bahwa suami Irma, Joe, "Telah meninggal secara tragis pagi ini (26/5/2022) karena keadaan darurat medis. Saya benar-benar percaya Joe meninggal karena patah hati dan kehilangan cinta dalam hidupnya,".
John Martinez, yang mengidentifikasi dirinya sebagai keponakan Garcia, juga mentweet: "SANGAT memilukan dan datang dengan kesedihan yang mendalam untuk mengatakan bahwa suami Tia (bibi) Irma saya, Joe Garcia telah meninggal karena kesedihan".
Irma Garcia adalah satu dari dua guru yang tewas dalam penembakan massal di Sekolah Dasar Robb di Uvalde, Selasa. Dia dan Eva Mireles, yang juga tewas dalam penembakan itu, mengajar kelas empat bersama di sekolah tersebut. Sembilan belas siswa juga tewas, dan setidaknya enam anak-anak dan orang dewasa terluka.
Sementara sang penembak, Salvador Ramos yang berusia 18 tahun, berada di dalam gedung selama sekitar 40 menit sebelum polisi masuk dan menembaknya hingga tewas.
Irma Garcia dan Joe Garcia menikah selama 24 tahun dan telah menjadi kekasih sekolah menengah. Pasangan itu meninggalkan empat anak berusia awal 20-an dan remaja.
Putra mereka, Christian Garcia, mengatakan seorang teman penegak hukumnya mengatakan dia melihat ibunya melindungi murid-muridnya selama pembantaian, menurut NBC News.
Martinez mengatakan pihak berwenang "menemukan tubuhnya di sana, memeluk anak-anak di lengannya, hampir sampai napas terakhirnya".
(wk/amel)