Aksi konvoi sepeda motor yang membawa poster bertuliskan 'Kebangkitan Khilafah' belakangan ini menjadi perhatian khusus bagi aparat, termasuk BNPT dan Densus 88 Antiteror Polri.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 02 Juni 2022 - 10:47 WIB
WowKeren - Belakangan ini, masyarakat menyoroti video viral terkait dengan konvoi pengendara sepeda motor yang membawa poster bertuliskan 'Kebangkitan Khilafah'. Pelaku konvoi tersebut diketahui merupakan anggota Khilafatul Muslimin.
Atas viralnya video tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menilai bahwa Khilafatul Muslimin berpotensi melahirkan terorisme. Di sisi lain, tindakan konvoi tersebut dinilai terjadi bukan karena polisi kecolongan.
"Terkait konvoi atribut khilafah di Cawang sebenarnya bukan karena kecolongan pihak kepolisian, aktivitas kelompok ini selalu dimonitor di berbagai daerah," ujar Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwakhid kepada Medcom.id, Kamis (2/6).
Akan tetapi, kata Nurwakhid, pihak Polri memang tidak bisa meninda, sebab belum ada regulasi yang melarang penyebaran ideologi Khilafatul Muslim tersebut. Ia mengatakan bahwa selama ini, regulasi yang mengatur tentang larangan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila hanya pada ekstrem kiri yakni TAP MPRS XV Tahun 1996 dan UU No 27 1999 tentang larangan propaganda ideologi, komunisme, marksisme, dan leninisme.
Selanjutnya, Nurwakhid mengatakan bahwa TNI pun juga belum perlu turun tangan, lantaran polisi saja masih belum bisa bertindak. "Karena ada celah kosong regulasi sebagai landasan untuk menindaknya," imbuhnya.
Nurwakhid pun menerangkan bahwa BNPT memandang perlunya perangkat regulasi yang melarang penyebaran semua ideologi yang bertentangan dengan ideologi bangsa, Pancasila, baik pada ekstrem kanan dan kiri, serta ekstrem lainnya.
Hal tersebut pun dinilai penting di samping sebagai landasan dalam melakukan penindakan terhadap individu dan kelompok yang melakukan penyebaran ideologi, juga sebagai dimensi pencegahan terhadap ideologi yang bisa mendorong lahirnya aksi teror.
Di sisi lain, Kepala Bagian Bantuan Operasi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kelompok Khilafatul Muslimin tersebut. Hal ini berkaitan dengan sejarah panjang keterkaitan dengan berbagai teror dan radikal oleh kelompok tersebut.
Aswin pun menekankan bahwa konvoi yang dilakukan oleh Khilafatul Muslimin itu sangat dekat dengan terorisme. Ia lantas mengungkapkan Densus 88 saat ini tengah menyelidiki peristiwa konvoi tersebut yang bekerja sama dengan unit kepolisian terkait lainnya guna menelusuri kenapa peristiwa tersebut bisa terjadi dan bagaimana menyikapi selanjutnya.
"Kami lihat nanti apakah ini akan mengarah ke tindak pidana terorisme atau tidak, nanti berdasarkan bukti-bukti yang akan kami kumpulkan," papar Aswin dalam keterangannya, Rabu (1/6).
Aswin pun benar-benar mengimbau masyarakat apabila ada orang yang mengajak lagi konvoi, untuk memikirkannya kembali secara masak-masak berkali-kali. "Apabila melakukan dengan bergabung dalam kegiatan itu, ya bisa menghadapi konsekuensi hukum," jelasnya.
(wk/tiar)