BNPT Ungkap Pendiri Khilafatul Muslimin, Dinilai Berpotensi Lahirkan Terorisme
iStockphoto
Nasional
Konvoi Khilafatul Muslimin

Organisasi yang menamai dirinya sebagai Khilafatul Muslimin belakangan menyita perhatian publik usai melakukan konvoi. Bahkan BNPT menilai organisasi tersebut berpotensi melahirkan terorisme.

WowKeren - Baru-baru ini, beredar sebuah video di media sosial yang menunjukkan konvoi dengan membawa atribut khilafah. Pelaku konvoi tersebut rupanya kelompok Khilafatul Muslimin.

Khilafatul Muslimin sendiri mengakui telah melakukan konvoi tersebut. Adapun alasan dilakukannya konvoi tersebut adalah agenda rutin untuk mensyiarkan khilafah sebagai bagian dari ibadah.

Kegiatan konvoi tersebut lantas menyita perhatian dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). BNPT lantas mengungkapkan jejak pendiri Khilafatul Muslimin, Abdul Wadir Hasan Baraja.

Direktur Pencegahan BNPT RI Brigjen Ahmad Nurwakhid mengatakan bahwa pendiri Khilafatul Muslimin yakni Abdul Wadir identik dengan kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Sebagai informasi, NII merupakan organisasi yang terindikasi dengan tindakan terorisme.

"Genealogi Khilafatul Muslimin tidak bisa dilepaskan dari NII karena sebagian besar tokoh kunci dalam gerakan ini adalah mantan NII," terang Nurwakhid dalam keterangannya, Selasa (31/5). "Pendiri dan pemimpinnya adalah Abdul Qadir Hasan Braja mantan anggota NII."

Lebih lanjut, Nurwakhid mengatakan bahwa Baraja bersama Abu Baka Ba'asyir mendirikan sebuah Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki. Keduanya, kemudian disebut juga ambil bagian dalam Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) pada tahun 2000 lalu.


Sementara itu, Ba'asyir sendiri diketahui merupakan terpidana berbagai kasus terorisme. Bahkan ia juga pernah aktif di NII yang kemudian mendirikan Jamaan Islamiyah (JII).

Nurwakhid mengungkapkan bahwa Baraja selain aktif di kelompok teroris, juga memiliki rekam jejak sebagai terpidana kasus terorisme. Bahkan juga sempat ditahan dua kali oleh polisi dan menjalani masa pidana.

Di samping itu, Nurwakhid meminta agar pemerintah daerah mewaspadai gerakan organisasi Khilafatul Muslimin. Pasalnya, BNPT menilai bahwa organisasi tersebut berpotensi melahirkan terorisme.

"Terkait Khilafatul Muslimin BNPT telah mengkoordinasikan pemerintah daerah, Forkopimda di seluruh wilayah NKRI untuk mewaspadai gerakan ini (Khilafatul Muslimin) karena bertentangan dengan falsafah bangsa dan berpotensi melahirkan gerakan terorisme," jelas Nurwakhid.

Nurwakhid lantas menganggap bahwa Khilafatul Muslimim berkaitan erat dengan sejumlah kelompok terorisme yang ada di Indonesia maupun dunia. Selain itu, ia juga menganggap bahwa organisasi tersebut memiliki ideologi yang berbahaya, meski mengaku tidak ingin merongrong NKRI.

"Aspek ideologi sangat berbahaya dengan memiliki cita ideologi khilafah di Indonesia, sebagaimana HTI, JI, JAD, maupun jaringan terorisme lainnya," tutup Nurwakhid.

(wk/tiar)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait