Justin Frederick, adik Verlita Evelyn mengalami memar di sejumlah bagian tubuh karena penganiayaan pada Sabtu (4/6) kemarin. Bahkan Justin disebut butuh rawat inap di rumah sakit.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Senin, 06 Juni 2022 - 19:41 WIB
WowKeren - Adik Verlita Evelyn, Justin Frederick jadi korban penganiayaan oleh Faisal Marasabessy di tol dalam kota Gatot Subroto pada Sabtu (4/6). Namun sejauh ini terhitung hari ketiga sejak insiden tersebut, pihak keluarga mengaku tak ada upaya damai dari pihak pelaku.
Indah Kurnia, ibunda Justin menyebut putranya muntah-muntah usai pulang dari Polda demi melaporkan penganiyaan yang dialaminya itu.
"Oh belum ada (penyelesaian/damai). Terus terang ini kan hari ketiga sudah ya tidak, bahkan tidak terpikirkan dan juga belum ada upaya apapun," kata Indah Kurnia dalam jumpa pers yag dihadiri WowKeren pada Senin (6/6).
"Anak saya satu hari itu sampai jam 5 pagi ada di Polda sama kakak kakaknya, dikonfrontir dengan pelaku dan kemudian dia pulang dia istirahat dan muntah-muntah," lanjut Indah Kurnia.
Sebelumnya Justin sempat berada di rumah sakit. Namun Justin minta pulang karena merasa lebih aman di rumah. Ia sendiri takut ke rumah sakit karena luka yang dideritanya membutuhkan penangan serius sampai operasi.
"Dia sudah di rumah sakit waktu itu tapi dia minta pulang karena dia bilang paling nyaman itu di rumah," sambung Indah Kurnia. "Ternyata dia muntah, terpaksa saya bawa paksa ke rumah sakit. Karena sebenarnya dia takut ke rumah sakit, takut ketahuan mungkin sakitnya disini kalau ada apa-apa nanti kalau sampai di operasi, ada rasa begitu dia."
Walau kesakitan, Justin justru menenangkan sang ibunda dan Verlita Evelyn. Bahkan menurut keterangan, Justin kerap mengatakan dirinya baik-baik saja padahal menurut dokter harusnya rawat inap di rumah sakit.
"Dia bilang aku nggak apa-apa, jadi dia mencoba untuk tegar. 'Mami aku enggak apa-apa'. Saya masuk rumah kan nggak mau lihat dia. Jadi saya masuk rumah saya gini (tutup muka)," lanjut Indah Kurnia.
"Kita lihat dia berusaha mengatakan sesuatu gitu, tapi dia berusaha menutupi. Jadi waktu pertama aku dapat telepon itu kata-kata yang dia sampaikan 'Enggak apa-apa'. Selalu gitu sama orang, Justin itu tipenya begitu. Gimana enggak apa-apa, lihat videonya kaya gitu," ucap Verlita Evelyn.
"Terus dokternya pun dari awal bilang 'Bu sebaiknya ini harus di rawat inap'. Tapi ada beberapa pemeriksaan," sambung Verlita Evelyn.
Sementara itu Verlita Evelyn tak memungkiri insiden yang dialami Justin ini berdampak pada psikis. Terlebih di hari kedua setelah penganiayaan tersebut, kondisi Justin memburuk seperti rahangnya yang bergeser.
"Kita tuh baru ini ya mengalami kasus hukum ya. Kita selama ini nggak pernah, jadi beberapa hari ini cukup membuat dampaknya itu ke psikis sebagai keluarga," ucap Verlita Evelyn. "Makanya saya berusaha untuk tidak terlalu mengikuti berita yang berkembang disosial media. Itu untuk menjaga agar psikis kita enggak emosi."
"Hari kedua itu kita lihat justin makin gak oke kondisinya rahangnya ada pergeseran kayaknya, di depan rumah sakit muntah lagi, akhirnya langsung dibawa," cerita Verlita Evelyn. "Dia pegang dan bilang 'mi aku nggak apa-apa'," timpal Indah Kurnia.
Bukan hanya itu, mata Justin pun memerah dan anggota tubuh lain tak henti-hentinya mengeluarkan darah. Pihak keluagra khawatir Justin mengalami luka dalam. Soal upaya hukum kasus Justin, keluarga pun menyerahkan pada pihak kepolisian.
"Matanya mungkin ada pembuluh darah pecah dan hidungnya, diswab berdarah ngucur," sambung Verlita Evelyn.
"Yang kita khawatirkan itu luka dalam, karena badannya lebam dan bengkak kena beton tol terbentur jatuh nabrak pinggiran tol ada di video, jadi ya itulah memang sekarang ini pikiran fokus dan tenaga, untuk Justin dan berhubungan dengan proses hukum kami serahkan ke pihak berwenang," pungkas Verlita Evelyn.
(wk/tria)