Inggris Tetapkan Status Baru Untuk Cacar Monyet, Dokter Harus Lapor Jika Temui Dugaan Kasus Infeksi
Dunia
Wabah Cacar Monyet

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Sabtu (4/6), 27 negara anggotanya telah melaporkan total 780 kasus cacar monyet. Inggris mencatatkan jumlah infeksi terbesar.

WowKeren - Inggris menyatakan bahwa virus cacar monyet terdaftar sebagai penyakit menular yang dapat dilaporkan (notifiable infectious disease) mulai Rabu (8/6). Pasalnya, ratuan kasus cacar monyet telah terdeteksi di negara tersebut dalam sebulan terakhir.

Dengan status ini, para dokter harus memberi tahu dewan lokal atau otoritas kesehatan jika mereka mencurigai seorang pasien menderita cacar monyet. Sedangkan laboratorium diharuskan untuk memberitahu badan keamanan kesehatan Inggris jika memiliki kasus yang dikonfirmasi.

"Diagnosis dan pelaporan yang cepat adalah kunci untuk menghentikan penularan dan mencegah penyebaran cacar monyet lebih lanjut," jelas direktur insiden cacar monyet di badan keamanan kesehatan nasional, Wendi Shepherd. "Undang-undang baru ini akan mendukung kami dan mitra kesehatan lainnya untuk dengan cepat mengidentifikasi, mengobati, dan mengendalikan penyakit ini."

Kebijakan baru ini diterapkan saat pejabat kesehatan Inggris memerangi wabah penyakit langka tersebut. Sejak pertama kali dikonfirmasi di Inggris pada 7 Mei 2022, sudah ada lebih dari 300 kasus cacar monyet. Kebanyakan pasien merupakan pria gay atau biseksual.



Menurut laporan WHO pada Sabtu (4/6), 27 negara anggotanya telah melaporkan total 780 kasus cacar monyet. Inggris mencatatkan jumlah infeksi terbesar. WHO mengatakan jumlah kasus yang dikonfirmasi laboratorium meningkat lebih dari 203 persen sejak 29 Mei.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah menaikkan peringatan cacar monyet ke Level 2, Praktik Kewaspadaan yang Ditingkatkan. Skala yang digunakan CDC memiliki tiga level.

"Risiko terhadap masyarakat umum rendah, tetapi Anda harus segera mencari perawatan medis jika Anda mengalami ruam kulit baru yang tidak dapat dijelaskan (lesi pada bagian tubuh mana pun), dengan atau tanpa demam dan kedinginan, dan hindari kontak dengan orang lain," demikian imbauan CDC.

Hingga Selasa (7/6), AS telah mengkonfirmasi 35 kasus infeksi. CDC mengatakan gejalanya antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, kedinginan, dan kelelahan. Penyakit langka ini menyebar melalui cairan tubuh dan bersentuhan dengan luka cacar monyet.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts