Maskapai Ryanair Akan Tetap Berlakukan Aturan 'Rasis' Tes Afrikaans Meski Telah Dikecam
Dunia

Atas aturan yang dinilai rasis tersebut, maskapai Ryanair juga telah dikecam oleh sejumlah pihak tertentu. Namun hal ini tapaknya tak digubris oleh pihak maskapai.

WowKeren - Dalam bepergian, penggunaan moda transportasi udara banyak digermari oleh masyarakat dunia. Dalam menggunakan pesawat, tentu saja masing-masing maskapai memiliku aturan yang harus ditaati oleh penumpang. Seperti aturan yang dimiliki oleh maskapai Ryanair.

Maskapai yang diketahui bertarif rendah itu disebut akan terus mewajibkan penumpang Afrika Selatan untuk mengambil tes Afrikaans untuk memasuki Inggris, meskipun menerima kritik dari "profil mundur". Hal ini disampaikan oleh pihak perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan kepada BBC, dilansir dari Al Jazeera, Kamis (9/6).

Sebagaimana diketahui, maskapai penerbangan terbesar di Eropa berdasarkan jumlah penumpang tidak mengoperasikan penerbangan ke dan dari Afrika Selatan. Sehingga, setiap pemegang paspor Afrika Selatan yang terbang ke Inggris dari tempat lain di Eropa dengan maskapai penerbangan itu harus membuktikan kewarganegaraan mereka.

Akan tetapi, "kuesioner sederhana"-nya ada dalam bahasa Afrikaans yang merupakan salah satu dari 11 bahasa resmi Afrika Selatan. Bahasa Afrikaans sendiri dituturkan oleh hanya 12 persen dari sekitar 60 juta orang di negara itu, terutama minoritas kulit putih, dan digunakan dalam penindasan warga kulit hitam selama apartheid.


Maskapai tersebut lantas mengutip tingginya prevalensi penipuan paspor Afrika Selatan di balik persyaratan untuk mengisi tes. Sehingga diperlukan melakukan tes "rasis" tersebut.

"Inilah mengapa Ryanair harus memastikan bahwa semua penumpang (terutama warga negara Afrika Selatan) bepergian dengan paspor/visa SA yang valid seperti yang dipersyaratkan oleh Imigrasi Inggris," bunyi laporan maskapai tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Komisi Tinggi Inggris di Afrika Selatan lantas mengatakan di Twitter bahwa tes Ryanair bukan persyaratan pemerintah Inggris untuk masuk ke Inggris. Sementara Juru Bicara Ryanair mengatakan bahwa penerbang yang gagal menjawab pertanyaan akan "menolak perjalanan dan diberikan pengembalian uang penuh".

"Kami terkejut dengan keputusan maskapai ini karena Departemen secara teratur berkomunikasi dengan semua maskapai untuk memperbarui mereka tentang cara memvalidasi paspor Afrika Selatan, termasuk tampilan dan rasanya," bunyi pernyataan Departemen Dalam Negeri Afrika Selatan.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts