Sebelum Eril Ditemukan, Desy Ratnasari Ungkap Ridwan Kamil dan Istri Sering Berkabung Di Jam Ini
Instagram/desyratnasariterdepan
Selebriti
RIP Eril

Desy Ratnasari menceritakan bahwa sebelum Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril ditemukan, Ridwan Kamil dan sang istri sering berkabung di jam tertentu berikut ini!

WowKeren - Jasad putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril yang hilang tenggelam di Sungai Aare, Bern, Swiss, telah ditemukan pada Kamis (9/6). Eril diketahui ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Bendungan Engehalde, Bern, Swiss.

Kabar ditemukannya jenazah Eril pun langsung diwarnai haru dari masyarakat Indonesia. Tak ayal, nama Eril pun langsung menjadi trending topik Twitter pada Kamis malam (9/6).

Para rekan selebriti pun ikut mengucapkan syukur karena jenazah putra sulung Ridwan Kamil itu ditemukan. Desy Ratnasari pun menjadi salah satu orang yang ikut menyampaikan duka cita atas meninggalya Eril.

Desy bahkan menyempatkan waktu untuk datang melayat ke rumah Ridwan Kamil. Pada kesempatan itu, Ridwan Kamil sempat mengungkapkan bahwa bagaimana ia sudah begitu ikhlas untuk melepaskan putranya, Eril.


"Dan itu Allah kabulkan doanya, untuk bisa bertemu terakhir kalinya dengan sang putra. Walaupun saat bertemu pak Rk mengatakan kami sudah ikhlas, bahwa putra kami lahir di Amerika, bertemu dengan Allah pada saat di dunianya Allah yang paling indah yaitu di Swiss. Karena menurut pak RK, kota di seluruh dunia yang paling indah yang pernah beliau kunjungi yaitu di Swiss," kisah Desy seperti dikutip dari kanal YouTube CNN Indonesia.

Lebih lanjut, Desy lantas menceritakan bahwa sebelum jasad Eril ditemukan, Ridwan Kamil dan istrinya, Atalia sering berkabung dan menangis dari jam 11 malam hingga subuh. Dan Desy pun bersyukur karena kini Tuhan mengabulkan doa mereka.

Meskipun pada akhirnya Eril ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia. Setidaknya Ridwan Kamil dan istri bisa memeluk putra mereka untuk yang terakhir kalinya.

"Dan pak RK itu punya momen di mana jam 11 malam sampai subuh itu adalah momen beliau dan istrinya berkabung untuk menangis dan memohon kepada Allah," paparnya.

"Alhamdulillah Allah ala kulli haal ya, dalam kondisi tidak menyenangkan, sedih, tapi inilah solusi terbaik yang Allah berikan untuk keluarga, pak Rk dan bu Atalia untuk memeluk anaknya yang terakhir kali," pungkasnya. "Masya Allah, akhirnya sudah ada gitu ya jawaban yang terbaik."

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts