Setelah membina rumah tangga selama 16 tahun, seorang pria di provinsi Jiangxi, Tiongkok, mendapati bahwa tidak ada satu pun dari ketiga putrinya yang merupakan anak kandungnya.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 10 Juni 2022 - 15:16 WIB
WowKeren - Seorang pria di provinsi Jiangxi, Tiongkok mengajukan gugatan cerai setelah 16 tahun membina rumah tangga dengan istrinya. Pasalnya, tes DNA menunjukkan bahwa tidak satu pun anak perempuan mereka adalah anak kandung pria tersebut.
Awalnya, pria bermarga Chen itu mendapati bahwa istrinya telah berselingkuh. Chen sedianya hendak memaafkan perselingkuhan sang istri. Namun hasil tes DNA membuatnya berubah pikiran dan memutuskan untuk bercerai dari sang istri.
Dalam video wawancara yang diunggah oleh Tencent News, Chen tampak tertekan dan terisak. Hanya dalam satu hari, video tersebut telah mengumpulkan 147 ribu views.
"Saya sudah menikah selama 16 tahun," tangisnya. "Tidak satu pun (dari mereka) adalah anak saya."
Meskipun Chen bekerja jauh dari rumah, pasangan suami istri itu sering berbicara melalui panggilan suara dan video. Chen mengatakan bahwa dia tidak pernah mencurigai istrinya berselingkuh. Namun awal tahun ini, istrinya yang bermarga Yu mulai menghindari telepon dari Chen dan mengatakan ingin bekerja jauh dari rumah juga.
Karena curiga, Chen mulai melacak lokasi GPS ponsel sang istri. Pada bulan Maret 2022 lalu,Chen mengikuti istrinya ke sebuah hotel di Tiongkok timur dan menyaksikannya keluar dari hotel dengan pria selingkuhannya.
Demi menjaga keutuhan keluarganya, Chen memilih untuk memaafkan perselingkuhan istrinya tersebut. Bahkan setelah mengetahui bahwa putri bungsu mereka bukan anak kandungnya, Chen bertekad untuk tetap menjaga pernikahannya dengan Yu.
Namun saat tes DNA menunjukkan bahwa kedua putrinya yang lain juga bukan anak kandungnya, Chen patah hati. Istri Chen sendiri tiba-tiba menghilang sehingga ia meminta bantuan media lokal.
Ketika dilacak dan diwawancarai oleh stasiun radio dan TV Jiangxi, Yu menolak mengakui dokumen tes DNA tersebut. Ia bahkan mengecam suaminya karena "melakukan hal seperti itu" kepada anak-anak mereka.
"Saya tidak berpikir saya berselingkuh," katanya dalam sebuah wawancara telepon. "Apakah hubungan darah itu penting? Bukankah pasangan mandul juga mengadopsi anak?"
Dengan nada gelisah, Yu juga seakan menuduh sang suami mandul. "Saya telah bersamanya selama lebih dari 10 tahun, mengapa dia tidak bisa memiliki anak?" ujar Yu.
Kasus ini viral di media sosial Tiongkok dengan banyak warganet mengecam tindakan sikap Yu. Meski demikian, warganet menunjukkan reaksi yang beragam atas penderitaan Yu.
Beberapa menunjukkan simpati untuk pria tersebut. Namun ada juga mengolok Chen karena "mengenakan topi hijau", ungkapan Tiongkok yang digunakan untuk mengejek seseorang yang pasangannya selingkuh.
(wk/Bert)