CDC Ungkap Ada Perbedaan Gejala Cacar Monyet Dengan Negara Endemik, Duga Tak Terdiagnosis
Dunia
Wabah Cacar Monyet

WHO sebelumnya telah memperingatkan bahwa ada risiko nyata dari wabah cacar monyet ke negara-negara non endemik. Kini CDC pun mengungkapkan gejala cacar monyet di negara non endemik.

WowKeren - Wabah Cacar Monyet saat ini tampaknya semakin menyebar di luar negara endemik. Bahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun telah memperingatkan ada risiko nyata wabah cacar monyet di negara-negara non endemik.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperingatkan bahwa gejala cacar monyet sering kali disalahartikan sebagai gejala beberapa penyakit menular seksual, sehingga membuat virus sulit dideteksi. Direktur CDC Rochelle Walensky lantas mengatakan bahwa kasus cacar monyet baru-baru ini belum menunjukkan gejala khas virus.

Walensky mengatakan bahwa virus tersebut biasanya muncul dengan gejala seperti flu, termasuk di antaranya demam, nyeri tubuh dan pembengkakan kelenjar, sebelum pasien mengalami ruam, seringkali di area genital. Namun kasus baru-baru ini disebut belum termasuk gejala seperti flu sebelumnya.

"Kami telah melihat presentasi cacar monyet yang ringan dan terkadang hanya di area tubuh yang terbatas, yang berbeda dari presentasi klasik yang terlihat di negara-negara endemik di Afrika Tengah Barat," ujar Walensky kepada wartawan selama telebriefing, dilansir dari UPI, Sabtu (11/6). "Ini telah memicu kekhawatiran bahwa beberapa kasus mungkin tidak dikenali atau tidak terdiagnosis.



Lebih lanjut, Walensky membeberkan bahwa gejalanya mungkin mirip dengan yang terlihat pada pasien dengan sifilis, herpes, gonore atau klamidia. Ia lantas memperingatkan bahwa orang yang baru-baru ini didiagnosis dengan PMS ini mungkin sebenarnya juga menderita cacar monyet.

"Penyedia layanan kesehatan tidak boleh mengesampingkan cacar monyet hanya karena pasien memiliki diagnosis lain atau lainnya, (seperti) infeksi menular seksual," beber Walensky.

Di samping itu, CDC juga mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah mengkonfirmasi 45 kasus cacar monyet, di mana dua kali lipat yang dari dilaporkan pada minggu lalu. Sementara secara keseluruhan ada lebih dari 1.300 kasus cacar monyet di seluruh dunia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga telah menyampaikan bahwa virus cacar monyet biasanya tidak menyebar ke luar Afrika Barat dan Tengah, sehingga mendorong WHO untuk memperingatkan bahwa wabah tersebut dapat menyebar ke negara non endemik.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts