2 Biksu Tua di Thailand Ribut Gara-gara Rebutan Persembahan, Satu Orang Alami Luka di Kepala
Pixabay/sasint
Dunia

Lagi-lagi biksu di Thailand membuat ulah. Dua biksu yang telah berusia lanjut terlibat perkelahian karena berebut persembahan hingga satu orang alami luka parah di kepala.

WowKeren - Permasalahan perilaku para biksu di Thailand tampaknya telah menjadi perhatian di negara itu. Sejumlah oknum biksu diketahui terlibat dengan penyalahgunaan narkoba hingga mabuk, di mana hal itu merupakan larangan bagi mereka.

Terbaru, 2 orang biksu terlibat perselisihan hingga berujung perkelahian. Agaknya sumpah Buddhis untuk menahan diri dari tindakan yang melukai orang lain untuk sesaat hilang pada satu biksu yang memukuli biksu lain karena berdiri terlalu dekat dengannya.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (15/6) dini hari di depan Pasar Kota Bang Yai. Bermula saat satu pasangan bertengkar tentang biksu mana yang harus tinggal dan biksu mana yang harus pergi.

Rupanya, ada kesepakatan tidak tertulis bahwa 2 biksu tidak boleh berdiri berdekatan dan menerima persembahan bunga, makanan atau uang. Ini karena 1 biksu akan mendapatkan lebih banyak persembahan jika dia berdiri sendiri. Jika ada 2 biksu bersama-sama berarti persembahan itu juga akan dibagi.


Pertengkaran antara 2 kepala biara yang biasanya cinta damai, menjadi lebih intens yang mengakibatkan Pisut (60) diduga memukul kepala Luang Phor Lamai (83) dengan batu. Luang Phor Lamai, dari sebuah kuil di Nonthaburi, sebuah provinsi dekat Bangkok, menderita luka di kepala dan di antara matanya.

“Dia lebih kuat dari saya dan meraih batu di dekatnya untuk memukul kepalanya. Dia kemudian melarikan diri," ujar Luang Phor Lamai, melansir The Thaiger.

Sementara itu, Pisut sendiri diyakini telah melakukan perjalanan dari provinsi tengah Saraburi. Ia kemudian tinggal sementara di sebuah kuil di distrik Bang Khen di Bangkok.

Jakkrit Doron, dari Kantor Polisi Bang Yai di Nonthaburi, mengatakan mereka akan menanyai korban lebih banyak setelah dia pulih dari luka-lukanya. Jakkrit menambahkan tersangka penyerang belum menyerahkan diri kepada polisi tetapi mengatakan petugas berniat mengunjungi kuil tempat dia tinggal untuk penyelidikan lebih lanjut.

Permasalahan perilaku para biksu di Thailand diketahui sudah ikut menjadi perhatian Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha. Pada Minggu (8/5), Prayut memerintahkan Kantor Nasional Buddhisme untuk memperkuat disiplin di kalangan biksu Buddha Thailand. Instruksi ini dikeluarkan menyusul serangkaian kasus biksu yang melanggar aturan.

(wk/amel)

You can share this post!

Artikel Terkait