Kasus COVID-19 Harian RI Lagi-Lagi Tembus 1.000, Omicron BA.4 dan BA.5 Naik Jadi 57 Kasus
Nasional

Kementerian Kesehatan mencatat jumah kasus COVID-19 Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 naik dari 20 menjadi 57 kasus. 47 kasus di antaranya merupakan BA.5, sedangkan 10 kasus BA.4.

WowKeren - Kasus COVID-19 harian Indonesia lagi-lagi berada di atas angka 1.000. Pada Jumat (17/6), Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan 1.220 kasus baru. Sehingga jumlah kumulatif kasus COVID-19 Tanah Air mencapai angka 6.065.644.

Sementara itu, kasus aktif per hari ini mencapai 7.326 kasus. Sedangkan pasien sembuh bertambah sebanyak 556 orang pada hari ini, sehingga jumlah kumulatif kasus kesembuhan COVID-19 Indonesia mencapai 5.901.639.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan mencatat jumah kasus COVID-19 Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 naik dari 20 menjadi 57 kasus. 47 kasus di antaranya merupakan BA.5, sedangkan 10 kasus BA.4.

"Total kasus BA.4 dan BA.5 yang telah diidentifikasi 57 kasus," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu dilansir CNN Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa dua subvarian tersebut berasal dari kasus transmisi lokal dan dari luar negeri. Enam dari 47 pasien BA.5 di Indonesia adalah warga negera asing (WNA). Sedangkan 41 orang sisanya merupakan warga negara Indonesia (WNI).


Dari 57 pasien yang diidentifikasi terinfeksi BA.4 dan BA.5, satu orang dilaporkan menjalani rawat inap. Kemudian 20 orang menjalani isolasi mandiri dan 37 orang masih diidentifikasi lebih jauh.

Kemudian lima orang pasien dinyatakan belum menerima vaksinasi COVID-19 sama sekali. Tiga orang baru menerima satu dosis, sembilan orang telah menerima dua dosis, 34 orang telah menerima tiga dosis, dan satu orang telah menerima empat dosis.

"Lima lainnya masih dalam tahap identifikasi," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah memprediksi bahwa puncak kasus COVID-19 dari penularan subvarian BA.4 dan BA.5 akan terjadi pada minggu kedua atau ketiga bulan Juli. Pasalnya, gelombang varian baru biasanya mencapai punca sekitar satu bulan sejak kasus pertama ditemukan.

"Pengamatan kami gelombang BA.4 dan BA.5 biasanya puncaknya satu bulan setelah penemuan kasus pertama. Jadi harusnya di minggu ketiga Juli kita akan lihat puncak kasus dari BA.4 dan BA.5 ini," ujarnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait