Jepang Sudah Buka untuk Turis Asing, Agen Travel Malah Kebingungan?
Unsplash/Erik Eastman
Dunia

Banyak biro perjalanan luar negeri tidak menyadari bahwa untuk mengajukan visa, mereka harus terlebih dahulu memasukkan rincian pelancong ke dalam sistem Kemenkes Jepang.

WowKeren - Pemerintah Jepang telah melanjutkan prosedur visa untuk menerima turis asing. Namun tampaknya, komunikasi terkait prosedur masuk dan pedoman COVID-19 di masih kurang sehingga menyebabkan agen perjalanan menjadi kebingungan.

Sebagaimana diketahui, Perdana Menteri Fumio Kishida mengumumkan pada 26 Mei bahwa Jepang akan dibuka kembali untuk turis asing mulai Jumat, dengan membatasi kedatangan turis yang memenuhi syarat untuk tur berpemandu dari 98 negara dan wilayah tertentu.

Namun, pengumuman tersebut justru memicu kebingungan bagi agen perjalanan baik yang domestik maupun luar negeri. "Agen luar negeri mencari peserta tur secara mendadak, jadi mereka bingung setelah mengetahui akan diperlukan visa," kata manajer perusahaan Jepang yang mendukung pariwisata inbound.

Jepang telah menawarkan perjalanan bebas visa bagi wisatawan dari 68 negara dan wilayah sebelum pandemi, termasuk Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, dan Malaysia. Tetapi pembatasan perbatasan karena COVID-19 berarti bahwa saat ini setiap orang membutuhkan visa, menurut Kementerian Luar Negeri.


Sedangkan di lain sisi, banyak biro perjalanan luar negeri tidak menyadari bahwa untuk mengajukan visa, mereka harus terlebih dahulu memasukkan rincian pelancong ke dalam sistem kementerian kesehatan Jepang. Yang mana itu tidak mulai beroperasi hingga Kamis tengah malam.

Menurut pedoman Badan Pariwisata Jepang yang baru saja dirilis, wisatawan asing diminta untuk memakai masker dan mengambil asuransi untuk menutupi biaya pengobatan jika mereka tertular COVID-19. Selama tur itu sendiri, agensi juga akan mencatat pergerakan para peserta, termasuk tempat-tempat yang mereka kunjungi dan di mana mereka duduk di transportasi umum.

"Kami harus menjelaskan pedoman kepada (pengunjung Jepang)," kata perwakilan agen perjalanan besar Jepang JTB Corp. "Untuk mencegah masalah terjadi."

TAS Co., sebuah perusahaan yang berbasis di Tokyo harus menerjemahkan pedoman agen pariwisata ke dalam bahasa lokal untuk segera mengomunikasikannya kepada calon pelancong. Tetapi untuk operator tur kecil dan menengah, kemerosotan bisnis terbukti sulit, dan banyak yang memutuskan untuk menarik tur turis asing ke Jepang atau menangguhkan operasi.

(wk/zodi)


You can share this post!

Related Posts