Hati-hati! Wanita Singapura Derita Luka Bakar Usai Ponsel Meledak Saat Diisi Daya
Unsplash/Lasse Jensen
Dunia

Seorang wanita Singapura yang tinggal di Melbourne, Australia harus mengalami luka bakar di tangannya setelah charger ponsel terbakar saat dia menggunakannya.

WowKeren - Menggunakan smartphone atau ponsel pintar memang terkadang harus lebih memperhatikan keselamatan. Terutama saat ponsel sedang diisi daya dan langsung terhubung dengan arus listrik.

Seorang wanita Singapura yang tinggal di Melbourne, Australia harus mengalami luka bakar di tangannya setelah charger ponsel terbakar saat dia menggunakannya. Shin Min Daily News (SMDN) melaporkan bahwa wanita berusia 51 tahun tersebut, Liang, sedang melakukan panggilan video saat insiden itu terjadi.

Saat berbicara dengan seorang teman lewat panggilan video, dia menyadari bahwa baterai ponselnya hampir habis. Dia pun melakukan reaksi wajar dengan mencolokkan teleponnya ke pengisi daya lalu meninggalkannya di sofa. Tanpa diduga, pengisi daya tiba-tiba meledak dan terbakar.

Liang menceritakan secara naluriah menggunakan tangan kanannya untuk mencoba memadamkan api. Panik, dia menggunakan seprai untuk membungkus telepon dan pengisi daya. Liang kemudian mengambil botol air putrinya dari meja dan menggunakan air di dalamnya untuk mencoba memadamkan api.


Karena barang elektronik yang dibundel masih terbakar, dia melemparkan seluruh paket ke kamar mandi sebelum menyalakan pancuran dan mengarahkan kepala pancuran ke sana untuk memadamkan api sepenuhnya.

Setelah kejadian itu, dia menyadari bahwa telah muncul lepuhan besar berisi cairan di tangan kirinya. Putrinya mengoleskan salep di tangannya dan membungkusnya karena Liang baru mencari pertolongan medis keesokan paginya.

"Dokter mengatakan kepada saya bahwa saya menderita luka bakar tingkat satu dan dua. Tangan saya masih dibalut dan saya harus menunggu lukanya sembuh secara bertahap," kata Liang. "Saya harus terus mengamatinya untuk melihat apakah ada infeksi untuk saat ini, dan Saya hanya perlu menunggu lepuh mereda jika tidak ada infeksi."

Liang juga mengaku khawatir jika hal lebih buruk akan terjadi misalnya apartemennya yang terbakar. Menurut pengakuannya, charger itu dia dapat dari seorang teman yang membelinya di toko online. "Tangan saya telah terbakar tetapi untungnya, wajah dan rambut saya tetap tidak terluka. Kalau tidak, luka saya akan lebih parah," kata Liang.

(wk/zodi)

You can share this post!

Artikel Terkait