Ratusan Tunawisma di Phoenix Meninggal Akibat Cuaca Panas Ekstrem
AP Photo/Ross D. Franklin
Dunia

Phoenix disebut menjadi wilayah di Amerika Serikat yang mengalami panas terik dibanding kota-kota besar lainnya. Akibatnya, suhu panas tersebut menyebabkan kematian terhadap tunawisma.

WowKeren - Ratusan tenda biru, hijau, dan abu-abu tampak didirikan di bawah terik matahari di pusat kota Phoenix. Selain itu, juga terlihat tumpukan kanvas tipis dan plastik di sepanjang trotoar berdebu.

Melansir The Associated Press, Phoenix sendiri diketahui merupakan kota besar terpanas di Amerika, hingga membuat ribuan tunawisma kepanasan saat suhu tiga digit musim panas tiba. Adapun gelombang panas awal bulan ini membawa suhu hingga 114 derajat (45,5 Celcius) dan ini baru bulan Juni. Sementara suhu tertinggi mencapai 118 derajat (47,7 Celcius) tahun lalu.

"Selama musim panas, cukup sulit untuk menemukan tempat di malam hari yang cukup sejuk untuk tidur tanpa polisi mengusir Anda," ujar Chris Medlock, seorang pria Phoenix tunawisma yang dikenal di jalanan sebagai "T-Bone" yang membawa semua miliknya dalam ransel kecil dan sering tidur di taman atau cagar alam gurun terdekat untuk menghindari keramaian.


"Jika jiwa yang baik bisa menawarkan tempat di sofa mereka di dalam ruangan, mungkin lebih banyak orang akan tinggal," tutur Medlock di ruang makan di mana para tunawisma bisa mendapatkan tempat berteduh dan makanan gratis, dilansir pada Selasa (21/6).

Sebagai informasi, panas yang berlebihan menyebabkan lebih banyak kematian terkait cuaca di Amerika Serikat daripada gabungan angin topan, banjir, dan tornado. Setiap tahunnya, di seluruh negeri, panas menyebabkan kematian sekitar 1.500 orang, dan para pendukung memperkirakan sekitar setengah dari orang-orang itu kehilangan tempat tinggal.

Sementara itu, disebut hanya di daerah yang mencakup Phoenix, setidaknya 130 orang tunawisma termasuk di antara 339 orang yang meninggal karena penyebab terkait panas pada tahun 2021. Hal ini merupakan masalah yang membentang di seluruh Amerika Serikat, dan sekarang, dengan meningkatnya suhu global, panas tidak lagi berbahaya hanya di tempat-tempat seperti Phoenix.

Bahkan musim panas itu kemungkinan akan membawa suhu di atas normal di sebagian besar wilayah daratan di seluruh dunia, menurut peta musiman yang dibuat oleh ahli iklim sukarelawan untuk Institut Penelitian Internasional di Universitas Columbia.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait