Jusuf Kalla mengungkap kesiapan PMI untuk mengirimkan bantuan kepada Afghanistan yang dilanda bencana gempa. Namun hal itu juga harus dibicarakan dengan dubes Afghanistan lebih dulu.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 24 Juni 2022 - 19:42 WIB
WowKeren - Bencana gempa Afghanistan yang menewaskan seribu penduduk pada Rabu (22/6) lalu menjadi perhatian dunia. Afghanistan pun kini meminta bantuan Internasional untuk mengatasi dampak gempa dahsyat tersebut. Indonesia pun menjadi salah satu negara yang siap memberikan bantuan untuk Afghanistan.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Jusuf Kalla mengatakan PMI siap membantu korban gempa Afghanistan. Jusuf Kalla juga menyampaikan prihatin dan rasa belasungkawa atas gempa besar yang mengguncang Afghanistan tersebut.
Namun, Jusuf Kalla menyebut PMI harus berkoordinasi dengan Duta Besar Afghanistan terlebih dahulu sebelum mengirimkan bantuan kepada korban gempa. Hal itu terkait bantuan seperti apa yang saat ini dibutuhkan di Afghanistan.
"Soal bantuan kita selalu siap, tapi kita akan bicara lebih dahulu dengan Duta Besar Afghanistan dan Bulan Sabit Merah bagaimana cara membantu mereka," kata Jusuf Kalla dalam siaran pers yang diterima wartawan, Jumat (24/6).
Pernyataan Jusuf Kalla tersebut disampaikan usai menerima Kuasa Usaha ad Intern Kedutaan Afghanistan Qais Barakzai di kediaman pribadi Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya, Jakarta selatan. Jusuf Kalla meyakini, korban gempa Afganistan sangat membutuhkan bantuan dari semua pihak di tengah kondisi yang sudah sulit.
Jusuf Kalla juga memastikan bentuk bantuan PMI akan berupa dana dan besarannya akan dibicarakan dengan pengurus PMI. Jusuf Kalla memahami kondisi Afghanistan saat ini untuk bantuan medis atau barang.
"Di sana tidak mudah transportasi. Secara tenaga mereka cukuplah. Tapi mereka butuh dana untuk belanja kebutuhan di sana. Tapi intinya kita akan bantu lewat Bulan Sabit Merah," pungkas Jusuf Kalla.
Seperti diketahui, gempa bumi mengguncang Provinsi Paktika dan Provinsi Khost di Afghanistan. Hingga saat ini kurang lebih ada 1.000 jiwa yang meninggal dunia sementara 1.500 orang lainnya mengalami luka-luka.
Selain itu, gempa menyebabkan ratusan rumah hancur akibat gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter yang terjadi di kedalaman 51 km (32 mil). Gempa bumi melanda sekitar 44 km dari kota Khost dan getarannya terasa hingga 500 KM ke Pakistan dan India.
(wk/amel)