Agen Perjalanan Inggris Terancam Bangkrut Imbas Perubahan Aturan Haji Arab Saudi
Unsplash/Haidan
Dunia
Haji 2022

Perusahaan perjalanan mengatakan perubahan mendadak dapat menyebabkan mereka bangkrut sedangkan Arab Saudi mengatakan perubahan dilakukan untuk menindak agen perjalanan penipu.

WowKeren - Bulan ini, pemerintah Saudi mengumumkan bahwa peziarah dari Eropa, AS, dan Australia tidak dapat lagi memesan melalui agen perjalanan. Sebaliknya, calon jemaah harus mendaftar melalui sistem lotere. Akibat sistem baru tersebut, perusahaan perjalanan Inggris mengatakan mereka menghadapi kebangkrutan.

Dengan adanya kuota yang dikurangi secara drastis hanya memungkinkan beberapa ribu Muslim Inggris untuk melakukan haji tahun ini. Kementerian Haji dan Umrah menyarankan mereka yang telah memesan perjalanan saat ini untuk meminta pengembalian uang dari operator/agen tur.

Namun, kebijakan ini justru berpotensi menjadi bumerang. Perusahaan perjalanan mengatakan perubahan mendadak dapat menyebabkan mereka bangkrut. Pemerintah Saudi mengatakan perubahan itu adalah bagian dari upaya untuk menindak agen perjalanan penipu.

Sejak tahun 2006 telah diwajibkan untuk memesan paket haji melalui perusahaan perjalanan berlisensi. Namun sekarang, calon jemaah haji diharuskan memesan melalui portal online, Motawif. Calon jemaah akan dipilih secara acak yang dilakukan oleh sistem otomatis. Jika terpilih, calon jemaah bisa memesan akomodasi dan transportasi langsung melalui situs web.


Ilyas Master, yang menawarkan paket haji melalui agen perjalanan terdaftar selama 15 tahun sangat menyayangkan perubahan tersebut. Sebab, dia harus mengembalikan uang para pendaftar.

"Kami hampir penuh dipesan. Tapi kami kemudian harus mengembalikan uang sebagian besar pelanggan kami," ujarnya. "Kami kehilangan uang kami di Arab Saudi, setidaknya sekitar £35.000 (Rp636 juta). Ada sangat sedikit harapan untuk memulihkannya."

"Jika kami tidak dapat melanjutkan, itu akan memaksa kami untuk tutup," lanjutnya. Kerugian tak hanya dialami agen perjalanan namun juga calon jemaah haji yang melaporkan gangguan dengan portal online baru.

"Saya memeriksa portal, dan dikatakan pemesanan telah gagal," kata Amal Ullah dari Nottingham yang menghabiskan lebih dari 10 tahun tabungan untuk memesan paket haji untuk keluarganya, meskipun telah menerima email resmi yang mengonfirmasi bahwa dia dan beberapa anggota keluarga telah dipilih dan visa mereka sedang diproses.

Beberapa jemaah haji juga mengungkapkan kekesalannya di Twitter dengan menggunakan tagar #paidbutfailed. Meski Motawif mengklaim harga paketnya lebih murah, namun Ullah mengatakan paket yang dia beli naik mendekati 10.000 poundsterling per orang.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts