PBB Peringatkan Dunia Hadapi Darurat Laut yang Kian Terancam Polusi dan Perubahan Iklim
Instagram/unitednations
Dunia

Lautan yang menjadi rumah bagi sekitar 700.000 hingga satu juta spesies dan menghasilkan lebih dari setengah oksigen dunia telah menghadapi dampak perubahan iklim dan polusi yang mengancam.

WowKeren - Di saat para aktivis dan ilmuwan berkumpul di Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa Bangsa di ibukota Portugal untuk menyerukan penguatan langkah-langkah perlindungan laut, Sekjen PBB Antonio Guterres telah memperingatkan bahwa dunia sedang dalam darurat laut.

Guterres menggambarkan bagaimana laut telah dihantam oleh perubahan iklim dan polusi. "Kita telah memanfaatkan lautan begitu saja," katanya di hadapan para pembuat kebijakan, pakar dan advokat pada pembukaan pleno hari Senin (27/6) di Lisbon.

"Saya mendesak semua peserta di Konferensi Kelautan PBB untuk memperbaiki kesalahan ini dan melakukan bagian kita untuk laut," lanjutnya. "Kita harus mengambil tindakan dan membalikkan keadaan."

Konferensi Kelautan itu berlangsung selama lima hari dan menarik orang-orang dari lebih dari 120 negara. Pembahasannya berfokus pada pemulihan kesehatan lautan, yang menutupi 70 persen permukaan bumi dan menyediakan makanan dan mata pencaharian bagi miliaran orang.


Lautan selama ini telah menjadi rumah bagi sekitar 700.000 hingga satu juta spesies dan menghasilkan lebih dari setengah oksigen dunia. Namun, lautan telah menghadapi dampak perubahan iklim, termasuk pemanasan global, polusi, dan pengasaman.

Konferensi itu diselenggarakan bersama oleh Portugal dan Kenya, yang diharapkan akan melahirkan deklarasi yang, meskipun tidak mengikat penandatanganannya, dapat membantu menerapkan dan memfasilitasi perlindungan dan konservasi laut dan sumber dayanya. Deklarasi ini akan disahkan pada hari Jumat.

Sebagai langkah lanjutan, Guterres meminta pemerintah dan perusahaan untuk mengalokasikan dana mereka lebih banyak untuk menciptakan model ekonomi yang berkelanjutan untuk mengelola lautan. Untuk memulihkan kesehatan laut, para ilmuwan memperingatkan bahwa pengurangan drastis gas rumah kaca sangat diperlukan.

Perubahan iklim mendorong suhu laut ke tingkat rekor dan membuatnya lebih asam. Kondisi itu mengancam rantai makanan akuatik dan kapasitas laut untuk menyerap karbon. Menurut Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), kondisi itu diperburuk dengan adanya semburan polusi yang tak berkesudahan, terutama sampah plastik yang sulit diurai.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait