Stok Tampon Langka di AS, Dokter Wanti-Wanti Tak Pakai Produk DIY
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Sejumlah dokter kandungan-ginekologi khawatir kekurangan tampon sangat merugikan masyarakat. Mereka tidak menyarankan orang-orang untuk membuat tampon sendiri.

WowKeren - Di tengah kondisi kekurangan tampon di Amerika Serikat para pakar kesehatan mendesak para wanita untuk menghindari memakai produk buatan sendiri. Dokter juga mendesak agar mereka tidak menggunakan tampon untuk waktu yang lebih lama karena menipisnya persediaan.

Analis industri mengaitkan kekurangan tampon yang terus berlanjut dengan dua faktor utama yang diperburuk oleh pandemi COVID-19. Adapun yang dimaksud adalah masalah rantai pasokan yang sedang berlangsung dan kekurangan bahan baku, termasuk plastik dan kertas.

Beberapa dokter kandungan-ginekologi khawatir kekurangan ini sangat merugikan masyarakat yang kurang beruntung. Dr. Jen Villavicencio, seorang ob-gyn yang berpraktik di Silver Spring, Md., mengatakan kepada UPI, "Kekurangan tampon saat ini meresahkan dan menempatkan orang pada risiko ketidaknyamanan dan bahkan bahaya."

Dr. Kate White, seorang ob-gyn berbasis di Boston yang berpraktik selama 20 tahun, mengatakan bahwa dia menawarkan tiga solusi kepada pasiennya yang menghadapi kekurangan tampon. Situasi seperti ini, dikatakannya bisa menjadi saat yang tepat untuk mencoba produk menstruasi berbeda, seperti cakram menstruasi atau pakaian dalam menstruasi.


"Kedua adalah, saat Anda mencoba mencari tahu produk apa yang akan digunakan, pastikan Anda tidak membuat tampon sendiri," tegasnya. "Ini bukan area yang baik untuk DIY."

Karena masih belum diketahui berapa lama kondisi semacam ini akan berlangsung, untuk solusi ketiga, White menyarankan orang-orang untuk berbicara dengan dokter mereka tentang cara menghentikan menstruasi untuk sementara.

Villavicencio juga menyarankan agar berhati-hati dalam menggunakan tampon selama masa-masa kekurangan ini. Terutama untuk tidak memperpanjang durasi penggunaan tampon mereka. "Mereka harus terus mengikuti rekomendasi penggunaan tampon yang tepat untuk menghindari menempatkan diri mereka dalam situasi yang tidak sehat," paparnya.

"Internet dapat menjadi sumber informasi medis yang sangat tidak dapat diandalkan," katanya merujuk pada informasi online agar orang tidak sembarangan membuat tampon DIY. "Dan kami tidak merekomendasikan kepada siapa pun untuk mencoba membuat tampon sendiri."

(wk/zodi)


You can share this post!

Related Posts