Sempat Singgung Kemungkinan Holywings Beroperasi Kembali, Kini Wagub DKI Tegaskan Tak Bisa Buka Lagi
Nasional
Kontroversi Holywings

Wagub DKI Ahmad Riza Patria sebelumnya sempat menyampaikan Holywings bisa kembali beroperasi asal sudah melengkapi segala persyaratan yang dibutuhkan. Namun kini, ia tampaknya meralat hal tersebut.

WowKeren - Pemprov DKI sebelumnya telah menutup 12 alias seluruh outlet Holywings yang ada di Jakarta. Akan tetapi, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria sebelumnya mengatakan Holywings kemungkinan bisa kembali beroperasi apabila telah melengkapi seluruh syarat perizinan penjualan minuman keras alias miras.

Namun kini, Riza menegaskan bahwa Holywings tidak bisa dibuka kembali setelah dicabut izin usahanya karena penjualan miras. "Sekali lagi supaya clear (jelas), untuk dasar itu, kafe Holywings dicabut (izinnya), tidak bisa dibuka lagi Kafe Holywings," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (30/6).

Lebih lanjut, Riza juga menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak kecolongan dengan perizinan jual miras milik Holywings. Menurutnya, justru karena adanya monitoring dari Pemprov DKI, akhirnya diketahui bahwa Holywings tidak memiliki izin penjualan miras.

"Evaluasi terhadap semua tempat-tempat, kafe-kafe, apakah ada yang belum memiliki izin-izin yang diharuskan ya," terang Riza.


Sebagaimana diketahui, Riza sebelumnya sempat mengatakan bahwa Holywings akan diizinkan beroperasi kembali apabila telah melengkapi seluruh syarat perizinan penjualan miras. "Sejauh persyaratan izin-izinya dapat dipenuhi sesuai dengan aturan dan ketentuan, ya siapa saja yang punya usaha diperbolehkan," ucap Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (28/6).

Riza pun mengingatkan agar penutupan Holywings itu bisa menjadi pelajaran bagi semua kafe dan bar yang ada di Jakarta. Ia lantas meminta kepada semua resto, kafe, dan bar agar segera melengkapi semua syarat yang ditentukan oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Jadi jangan dianggap enteng, jangan diabaikan aturan ketentuan, kita semua ingin menegakkan aturan untuk kepentingan warga Jakarta," beber Riza.

Di samping itu, Holywings sendiri belakangan juga menjadi sorotan publik lantaran menawarkan promosi minuman beralkohol bagi pemilik nama "Muhammad" dan "Maria". Hal ini pun disebut sebagai kasus dugaan penistaan agama.

Atas hal tersebut, General Manager Project Company Holywings Indonesia, Yuli Setiawan pun meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Imbas kasus tersebut, kini hampir seluruh outlet Holywings di Indonesia ditutup.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts