2 Pria Muslim Ngaku Bunuh Penjahit Hindu di India, Layanan Internet Ditutup Untuk Cegah Kerusuhan
Pixabay/mmamontov
Dunia

Polisi di negara bagian Rajasthan langsung melarang pertemuan publik dan menangguhkan layanan internet demi mencegah peredaran video tersangka pembunuhan itu.

WowKeren - Dua orang warga Muslim menggegerkan India karena mengunggah video yang mengklaim mereka bertanggungjawab atas pembunuhan seorang penjahit Hindu di kota Udaipur. Kedua tersangka sudah diinterogasi oleh penyelidik federal pada Rabu (29/6).

Dalam video tersebut, dua pria berjanggut mengacungkan pisau daging dan mengatakan bahwa mereka membalas penghinaan terhadap Nabi Muhammad yang disebabkan oleh korban. Mereka juga menyinggung Nupur Sharma, mantan juru bicara Partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP), yang membuat pernyataan kontroversial tentang Nabi Muhammad dan memicu kemarahan domestik serta internasional.

Korban adalah seorang penjahit bernama Kanhaiya Lal Teli. Menurut Bhawarlal Thoda selaku administrator kota di Udaipur, kedua pelaku menyerang Teli kala sedang melakukan pengukuran dan telah menyayat kepala serta tenggorokan sang penjahit.

Menurut Thoda, korban sempat ditahan atas unggahan media sosial yang mendukung juru bicara BJP. Setelah dibebaskan, korban sempat melapor ke polisi bahwa ia diancam oleh beberapa kelompok.


Imbas video mengejutkan tersebut, polisi di negara bagian Rajasthan langsung melarang pertemuan publik dan menangguhkan layanan internet demi mencegah peredaran video itu. Langkah itu dilakukan karena adanya kekhawatiran akan terjadi kerusuhan.

"Kami berada di bawah perintah ketat untuk mencegah segala bentuk protes atau demonstrasi yang dijadwalkan untuk mengutuk pembunuhan itu," ungkap seorang perwira polisi senior di Rajasthan yang bernama Hawa Singh Ghumaria kepada Reuters.

Pada Rabu malam, pemerintah federal telah meminta platform media sosial untuk segera menghapus konten yang mendorong, mengagungkan, atau membenarkan pembunuhan itu. Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi mengatakan bahwa penghapusan itu diperlukan "untuk mencegah hasutan dan gangguan ketertiban umum dan untuk memulihkan perdamaian dan harmoni publik".

Sementara itu, organisasi Hindu garis keras mengadakan protes di New Delhi untuk mengutuk pembunuhan tersebut. Aksi protes juga direncanakan pada Kamis (30/6) hari ini.

Di sisi lain, politisi dan pengkhotbah Islam terkemuka di India turut mengutuk pembunuhan tersebut. "Insiden itu mengejutkan umat Islam, tindakan keji yang dilakukan oleh dua pria itu sama sekali tidak Islami," kata Maulana Ahmed Siddiqui, seorang ulama Muslim yang berbasis di Udaipur.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts