Seorang Ibu Tega Membiarkan Balita Mati Kelaparan Demi Diet Vegan
pixabay.com/Ilustrasi/RitaE
Dunia

Bocah malang itu, menurut pengakuan kedua orang tuanya, belum makan selama sekitar satu minggu sebelum meninggal. Ezra O'Leary juga mengalami kesulitan tidur.

WowKeren - Ada banyak jenis diet yang dilakukan orang-orang untuk menjaga pola hidup sehat. Masing-masing pola diet dipilih berdasarkan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Memilih pola diet untuk meraih tujuan tertentu, entah itu untuk mencapai hidup sehat ataupun menurunkan berat badan, itu tergantung pada setiap individu. Perlu diperhatikan bahwa diet yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Seorang ibu di Florida dinyatakan bersalah karena membunuh putranya yang berusia 18 bulan karena masalah diet. Sheila O'Leary, wanita vegan berumur 39 tahun tersebut hanya memberi makan anaknya buah dan sayuran mentah.

Dia menghadapi hukuman penjara seumur hidup setelah juri memvonisnya pada hari Rabu (29/6) atas pembunuhan dan serangkaian tuduhan pelecehan anak atas kematian balitanya pada 2019, Ezra O'Leary, sebagaimana dilaporkan New York Post. Bocah malang tersebut hanya memiliki berat badan 7,7 kilogram yang jauh lebih ringan tiga kilogram di bawah rata-rata.


O'Leary dan suaminya, Ryan O'Leary, mengatakan kepada polisi bahwa Ezra mengikuti diet vegan yang ketat , namun keduanya mengatakan bahwa balita mereka juga diberi ASI. Bocah malang itu, menurut pengakuan mereka, belum makan selama sekitar satu minggu sebelum meninggal. Dia juga mengalami kesulitan tidur.

Otopsi menemukan bocah lelaki itu meninggal karena komplikasi kekurangan gizi. Jaksa menuduh ibu tersebut gagal mencari perawatan medis yang layak untuk putranya ketika dia menyadari bahwa putranya sakit.

Asisten pengacara Negara Bagian Sara Miller selama argumen penutup menegaskan bahwa sang ibu sengaja membiarkan balitanya menderita. Dengan kata lain, sang ibu dinilainya tutup mata dengan kondisi sang balita.

"Dia memilih untuk mengabaikan tangisannya," katanya. "Dia tidak membutuhkan timbangan untuk melihat tulangnya. Dia tidak membutuhkan timbangan untuk mendengar tangisannya."

(wk/zodi)


You can share this post!

Related Posts