Sempat Dinyatakan Bebas Dari Wabah, Kini Bali Identifikasi 63 Ekor Sapi Terjangkit PMK
Unsplash/Matiinu Ramadhan
Nasional
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

Pulau Bali sebelumnya dinyatakan sebagai wilayah yang bebas wabah PMK. Akan tetapi kini Bali melaporkan kasus perdana puluhan ekor sapi yang dinyatakan positif PMK.

WowKeren - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hingga saat ini masih melanda Indonesia. Bahkan pemerintah Indonesia saat ini telah menetapkan Status Keadaan Tertentu Darurat PMK pada hewan ternak.

Sementara itu, Pulau Bali yang sebelumnya sempat dinyatakan bebas dari wabah PMK, kini diketahui telah melaporkan kasus perdana. Berdasarkan data sementara, ada 63 ekor sapi yang diidentifikasi terjangkit PMK.

"PMK sudah masuk ke Bali, hanya ada 63 kasus," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Dr I Wayan Sunada di ruangan kerjanya, Denpasar, Bali, dilihat melalui CNNIndonesia.com, Sabtu (2/7).

Wayan menerangkan puluhan ekor sapi yang positif PMK itu tersebar di tiga Kabupaten di Pulau Bali. Pertama ada di Kabupaten Gianyar sebanyak 38 kasus, Kabupaten Buleleng 21 kasus, terakhir Kabupaten Karangasem ada 4 kasus.


Selain itu, kata Wayan, dari puluhan ekor sapi yang terjangkit PMK itu sudah ada 55 ekor sapi yang dilakukan stamping out atau dipotong secara paksa. Adapun rinciannya ada 38 ekor sapi di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.

Kemudian 17 ekor sapi di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng, dan 4 ekor sapi di Rendang, Karangasem. "Hanya 8 kasus yang belum kita lakukan stamping out, yakni 4 kasus di Desa Lokapaksa dan 4 kasus di Rendang, Karangasem," jelas Wayan.

Lebih lanjut, Wayan menerangkan bahwa wabah PMK diketahui pertama kali di daerah Kabupaten Gianyar, Bali pada bulan Juni 2022. Akan tetapi pihaknya hingga kini belum mengetahui sumber penyebab puluhan ekor sapi itu bisa terjangkit PMK.

Wayan pun mengaku heran pasalnya pihaknya mengaku telah melakukan berbagai langkah pencegahan agar PMK tidak masuk ke Bali. "Kita sudah membuatkan biosikuriti di pelabuhan dan mobil pengangkut harus menyediakan disinfektan. Tapi yang namanya penyakit yah susah untuk dijaga," ungkap Wayan.

Selain itu, Wayan mengungkapkan bahwa untuk 8 ekor sapi yang positif PMK itu juga akan dimusnahkan dengan cara yang sama dalam waktu dekat. Menurutnya, hal ini dilakukan karena pemotongan secara paksa merupakan satu-satunya cara yang paling tepat agar PMK tidak merebak luas di wilayah Bali.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts