'Decision to Leave' Jadi Film Seksi Tanpa Adegan Dewasa, Kok Bisa?
Film

'Decision to Leave' menjadi sorotan karena disebut sebagai film seksi tanpa adegan dewasa. Mengapa demikian? Simak penjelasan lengkapnya dalam berita di bawah ini.

WowKeren - Alur film "Decision to Leave" menjadi sorotan banyak pihak. Pasalnya, film ini digambarkan sebagai film seksi tanpa adegan dewasa.

"Decision to Leave" yang dibintangi oleh aktor Park Hae Il dan Tang Wei, digarap dan ditulis oleh sutradara Park Chan Wook yang cukup terkenal di industri perfilman. Karya hitsnya termasuk "Oldboy" dan "The Handmaiden".

Selain itu, dia juga telah memenangkan banyak penghargaan bergengsi termasuk Grand Prix di Festival Film Internasional Cannes 2004. Karena itulah sutradara Park Chan Wook dikenal sebagai representasi Korea di ranah sinematik internasional.

Kini dia siap mencetak kesuksesan lainnya dengan film "Decision to Leave" yang menghadirkan romansa tak biasa. Film ini berkisah tentang seorang polisi Korea, yang dengan gila mengejar seorang janda misterius namun memikat, yang dicurigai membunuh suaminya sendiri.

Mengenai film "Decision to Leave", sutradara Park Chan Wook berkata, "Untuk menghindari pesan yang kosong, aku menumpuk berbagai lapisan untuk filmku. Setelah Hae Joon (Park Hae Il) pindah ke pantai, tempat istrinya bekerja di pembangkit nuklir, segalanya mulai menjadi liar dan tidak dapat diprediksi. Emosi yang Seo Rae (Tang Wei) rasakan terhadap polisi juga akan hilang di paruh akhir film."


\'Decision to Leave\' Jadi Film Seksi Tanpa Adegan Dewasa, Kok Bisa?

Source: Kbizoom

Ketegangan antara dua karakter utama digambarkan dengan hati-hati, dan Park Chan Wook memilih untuk tidak mengejar sensualitas. Dia menjelaskan, "Aku ingin membuat sesuatu yang elegan dalam pengertian tradisional, di mana setiap karakter memiliki emosi batin yang dalam namun tampak tenang dan damai di luar."

"Kisahku adalah tentang romansa antara orang dewasa, yang memiliki masalah orang dewasa untuk ditangani. Lagipula, semakin kita dewasa, akan semakin sulit untuk mengungkapkan perasaan kita karena kita terbiasa menyimpannya karena keadaan dan kondisi khusus yang kita alami," imbuhnya.

Jika sutradara Park Chan Wook memiliki kecenderungan menciptakan film dengan rating dewasa, ia menerapkan hal berbeda untuk "Decision to Leave" yang diberi batasan usia PG 15. Film ini menampilkan hubungan antara karakter utama yang seksi namun tidak ada adegan seks yang sebenarnya, ketelanjangan dan sedikit sensualitas.

Sebaliknya, chemistry mereka ditunjukkan melalui gerakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari seperti kontak mata dan skinship seperti saat Hae Joon mengoleskan pelembab di tangan Seo Rae. Selain itu, film ini tampaknya cukup sensual dengan gradasi warna dan musiknya.

"Orang-orang menyebutnya film seksi tanpa keseksian. Secara pribadi, aku pikir mereka menemukan konsep 'seksi' dari hubungan antara karakter, hati, perasaan dan sifat intrinsik film ini," pungkas sutradara Park Chan Wook.

(wk/eval)


You can share this post!

Related Posts