Tak Hanya Terjadi di AS, Kini Peristiwa Penembakan Dilaporkan di Denmark: Tewaskan 3 Orang
Pxhere
Dunia

Sebuah penembakan dilaporkan terjadi di kawasan Ibu Kota Denmark pada Minggu (3/7). Hal ini menjadi deretan kasus penembakan yang terjadi di dunia, setelah belakangan marak kembali di AS.

WowKeren - Kasus penembakan sebelumnya kembali marak di Amerika Serikat (AS), hingga membuat pemerintah merundingkan aturan persenjataan lagi. Namun kini peristiwa penembakan dilaporkan terjadi di Denmark.

Dalam kasus penembakan tersebut, setidaknya ada tiga orang yang menjadi korban tewas, dan beberapa lainnya terluka dalam penembakan di sebuah pusat perbelanjaan di ibukota Denmark, Kopenhagen. Melansir Al Jazeera, Inspektur Polisi Soren Thomassen mengatakan kepada wartawan bahwa seorang pria Denmark berusia 22 tahun ditangkap atas penembakan hari Minggu (3/7), dan didakwa dengan pembunuhan.

Thomassen kemudian menuturkan tidak ada indikasi bahwa ada orang lain yang terlibat dalam serangan itu, dan mengatakan bahwa terlalu dini untuk berspekulasi tentang motif penembakan itu.

Meski begitu, serangan yang berlangsung pada akhir pekan itu mengguncang kesenangan warga Denmark, tepat setelah menjadi tuan rumah tiga tahap pertama dari balap sepeda Tour de France. Sebagaimana diketahui, acara ini telah mengirim ratusan ribu orang Denmark yang bersorak ke jalan-jalan di seluruh negeri.


"Denmark dilanda serangan kejam pada Minggu (3/7) malam. Beberapa terbunuh. Bahkan lebih terluka. Keluarga yang tidak bersalah berbelanja atau makan di luar. Anak-anak, remaja dan dewasa," ujar Perdana Menteri Mette Frederiksen dalam sebuah pernyataan pada Minggu (3/7) malam.

"Ibukota kami yang indah dan biasanya sangat aman berubah dalam hitungan detik," lanjut Frederiksen. "Saya ingin mendorong Denmark untuk berdiri bersama dan saling mendukung di masa sulit ini."

Penembakan tersebut diketahui terjadi pada sore hari di Field's, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Skandinavia, dan terletak di pinggiran Ibu Kota Denmark. Menurut saksi mata, ketika suara tembakan terdengar, beberapa orang lantas bersembunyi di toko-toko, sementara yang lain melarikan diri dengan panik.

"Ini murni teror. Ini mengerikan," ungkap Hans Christian Stoltz, konsultan IT berusia 53 tahun, yang membawa putrinya untuk melihat penyanyi Inggris Harry Styles tampil di konser yang dijadwalkan Minggu malam di dekat mal. "Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana seseorang bisa melakukan ini pada manusia lain, tapi itu di luar … melampaui apa pun yang mungkin."

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts