Jaringan Hotel Eropa Kekurangan Staf, Pelamar Tanpa Pengalaman dan Resume Langsung Direkrut!
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Ketika perjalanan internasional ditutup selama pandemi COVID-19, ribuan pekerja meninggalkan industri perhotelan. Tidak sedikit dari mereka yang memilih untuk tidak kembali.

WowKeren - Jaringan hotel top Eropa terpaksa harus mempekerjakan para pencari kerja yang melamar tanpa pengalaman maupun resume. Para eksekutif mengakui banyak staf yang meninggalkan industri tersebut.

Sedangkan di lain sisi, hotel tidak dapat memenuhi permintaan yang meningkat pasca-pandemi. Sebagaimana diketahui, ketika perjalanan internasional ditutup selama pandemi COVID-19, ribuan pekerja meninggalkan industri perhotelan.

Tidak sedikit dari mereka yang memilih untuk tidak kembali atau pun mencari pekerjaan yang dibayar lebih baik di tempat lain. Hal itu membuat para pelaku bisnis perhotelan menghadapi kekurangan yang mendesak.

Chief Executive Sebastien Bazin mengatakan perusahaan perhotelan terbesar di Eropa, Accor, menjalankan inisiatif uji coba untuk merekrut orang-orang yang sebelumnya belum pernah bekerja di industri ini. Accor mengoperasikan merek seperti Mercure, Ibis dan Fairmont di lebih dari 110 negara saat ini membutuhkan 35.000 pekerja secara global.


"Kami mencoba di Lyon dan Bordeaux sepuluh hari yang lalu," kata Basin kepada Reuters. "Dan akhir pekan ini kami mencatat ada orang-orang yang diwawancarai tanpa resume, tanpa pengalaman kerja sebelumnya dan mereka dipekerjakan dalam waktu 24 jam."

Dalam jangka pendek Accor mempekerjakan kaum muda dan migran untuk mengisi kekosongan lowongan kerja sambil juga membatasi layanan mereka. Hal itu dilakukan karena belum ada solusi yang bisa menjadi opsi lain. Para pelamar yang berhasil direkrut akan diberi pelatihan singkat selama enam jam.

"Ini mahasiswa, orang-orang yang datang dari Afrika Utara," kata Bazin. "Dan pada dasarnya menutup restoran untuk makan siang atau (membukanya) hanya lima hari seminggu. Tidak ada solusi lain."

Kekurangan staf sangat mendesak di Spanyol dan Portugal, di mana pariwisata masing-masing menyumbang 13 persen dan 15 persen dari output ekonomi sebelum pandemi. Gabriel Escarrer, CEO dari hotelier Spanyol Melia, mengatakan banyak karyawan yang memilih pindah sektor.

"Banyak karyawan telah memutuskan untuk pindah ke sektor lain," paparnya. "Jadi kami memulai industri dari awal dan kami harus berjuang untuk mendapatkan staf."

(wk/zodi)


You can share this post!

Related Posts