Presiden ACT Minta Maaf ke Masyarakat Usai Ramai Isu Penyelewengan Dana
Instagram/ibnu_khajar74
Nasional
Dugaan Penyelewengan Dana ACT

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena isu yang beredae saat ini telah mengganggu kenyamanan publik.

WowKeren - Publik baru-baru ini dihebohkan oleh dugaan penyelewengan dana yang dilakukan petinggi lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT). Kekinian, Presiden ACT, Ibnu Khajar, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena isu yang beredae saat ini telah mengganggu kenyamanan publik.

"Permohonan maaf saya sampaikan sebesar-besarnya kepada masyarakat. Mungkin masyarakat kurang nyaman atas pemberitaan tersebut," ujar Ibnu dalam konferensi pers pada Senin (4/7) hari ini.

Menurut Ibnu, ACT bukanlah amil zakat melainkan lembaga kemanusiaan yang telah memiliki izin dari Kementerian Sosial (Kemensos). ACT disebut merupakan Non Governmental Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang telah menyebarkan bantuan ke banyak negara.

"ACT menjadi penyalur bantuan melalui berbagai program masyarakat, baik kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan," terangnya.

Jauh sebelum ramai diberitakan, ACT disebut telah melakukan perbaikan manajemen. Ibnu menjelaskan bahwa ACT telah melakukan restrukturisasi dan mengganti Ketua Pembina ACT agar bisa dilakukan perombakan.


"Sejak 11 Januari 2022 tercipta kesadaran kolektif untuk memperbaiki kondisi lembaga. Dengan masukan dari seluruh cabang, kami melakukan evaluasi secara mendasar," paparnya.

Menurut Ibnu, pergantian manajemen tersebut merupakan titik balik momentum perbaikan organisasi dengan peningkatan kinerja dan produktifitas. "SDM kita saat ini juga dalam kondisi terbaik, tetap fokus dalam pemenuhan amanah yang diberikan ke lembaga," tukasnya.

Sebelumnya, majalah Tempo merilis laporan yang menyebut Ahyudin selaku pendiri sekaligus pimpinan ACT sempat menggunakan dana sosial yang dikumpulkan lembaganya untuk kepentingan pribadi.

Ahyudin disebut sempat mentransfer dana Rp 11 miliar ke adiknya yang bernama Rosman. Selain itu, gaji Ahyudin disebut mencapai Rp 250 juta per bulan. Gaji fantastis itu belum termasuk berbagai fasilitas kendaraan mulai dari Toyota Alphard hingga Honda CRV.

Dana masyarakat yang terkumpul disebut digunakan Ahyudin untuk membeli rumah dan perabotan bernilai fantastis. Adapun Ahyudin telah mengundurkan diri pada bulan Januari lalu.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts