Jepang Kembangkan Aplikasi yang Otomatis Hapus Foto Vulgar Anak-Anak di Bawah Umur
Unsplash/Erik Mclean
Dunia

Pengembang aplikasi Smartbooks Inc. yang berbasis di Tokyo berkolaborasi dengan Universitas Kesehatan Fujita di Prefektur Aichi dan kantor polisi Nakamura untuk melahirkan aplikasi tersebut.

WowKeren - Jepang mengembangkan sebuah aplikasi yang akan menghapus foto vulgar anak-anak di bawah umur secara otomatis dari ponsel mereka. Aplikasi tersebut dikembangkan sebagai upaya untuk mencegah eksploitasi seksual.

Pengembang aplikasi Smartbooks Inc. yang berbasis di Tokyo berkolaborasi dengan Universitas Kesehatan Fujita di Prefektur Aichi dan kantor polisi Nakamura untuk melahirkan aplikasi tersebut. Adapun aplikasi yang menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tersebut dibuat karena ada kenaikan kasus orang dewasa menghubungi anak-anak melalui media sosial untuk meminta foto telanjang mereka.

Selain menghapus foto telanjang yang dianggap eksploitatif secara seksual secara otomatis, aplikasi tersebut juga akan mengirim pesan yang memperingatkan orangtua atau wali anak-anak yang bersangkutan. Adapun aplikasi ini diharapkan siap digunakan publik pada akhir tahun 2022 mendatang.


Di sisi lain, pihak pengembang kini harus mencari cara agar anak-anak bisa terdorong untuk mengunduh aplikasi tersebut ke smartphone mereka. Dalam lokakarya di Fujita Health University, sekitar 70 mahasiswa belajar tentang bahaya pelecehan seksual melalui media sosial, serta mendiskusikan bagaimana cara anak-anak dapat didorong untuk menginstal aplikasi tersebut di ponsel mereka.

Ada sejumlah saran yang diberikan agar anak-anak mau mengunduh aplikasi tersebut ke ponsel mereka. Mulai dari membuat aplikasi tersebut sudah terinstall sejak awal di smartphone, hingga memberikan diskon siswa kepada anak-anak yang mengunduhnya.

Naoto Tomita yang merupakan salah satu pendiri Smartbooks, mengatakan bahwa tujuan pengembangan aplikasi tersebut adalah agar setiap anak mengunduhnya untuk melindungi diri mereka sendiri. Sedangkan wakil manajer di divisi keamanan komunitas departemen kepolisian, Nobuhiro Suzuki, menyoroti anak-anak yang kini sudah aktif di media sosial.

"Hubungan antara anak-anak dan media sosial sangat terjalin. Kami ingin menggunakan aplikasi ini untuk mencegah pelecehan seksual," tegasnya.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts