Warga Thailand Diingatkan Jualan dan Menghisap Ganja di Depan Umum Masih Ilegal
Pxhere
Dunia

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bangkok Chakkhaphan Phewngam menyusul pertemuan di mana para vendor meminta agar Khao San Road dijadikan 'Hub Ganja'.

WowKeren - Wakil Gubernur Bangkok mengingatkan masyarakat bahwa menghisap dan menjual ganja di tempat umum merupakan perbuatan ilegal. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bangkok Chakkhaphan Phewngam menyusul pertemuan di mana vendor meminta agar Khao San Road dijadikan "Hub Ganja".

Diketahui, Chakkhaphan memimpin pertemuan di Balai Kota Din Daeng pada Selasa (5/7) untuk mendengarkan permintaan vendor yang ingin menjadikan Khao San Road sebagai "hotspot ganja". Sebagai informasi, Khao San Road merupakan tujuan wisata kehidupan malam yang populer.

Menurut Presiden Asosiasi Bisnis Khao San Road, Sanga Ruengwattanakul, rencana tersebut dapat memberikan sumbangan besar bagi industri pariwisata Thailand. Meski demikian, pemerintah Metropolitan Bangkok menyatakan bahwa rencana tersebut tidak mungkin direalisasikan.

Chakkhaphan mengutip aturan dan peraturan ganja yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Masyarakat, yaitu bahwa menjual dan menghisap ganja di tempat umum adalah perbuatan melanggar hukum. Sayangnya, beberapa pedagang ganja tampaknya sudah mulai berbisnis di Khao San Road.


Beberapa foto yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa para pedagang berjalan mondar-mandir di jalan yang menjual joint (rokok ganja) pra-gulung dengan harga tinggi. Ada pula van yang mondar-mandir di sekitar Kota Bangkok untuk menjual ganja layaknya es krim.

Menurut Chakkaphan, apa yang dilakukan pedagang keliling itu ilegal karena menjual ganja di tempat umum adalah ilegal. Hal ini berbeda dengan "apotek ganja" yang telah terdaftar untuk menjual ganja di lokasi yang terdaftar.

Selain menjual ganja, ide "hotspot ganja" di Khao San Road juga akan mempromosikan konsumsi ganja di tempat umum. Hal tersebut juga merupakan perbuatan ilegal.

Dalam UU Thailand, asap ganja ditulis sebagai "gangguan publik" dan merupakan pelanggaran pidana yang dapat dihukum hingga 3 bulan penjara dan denda 25.000 baht, atau keduanya.

Sebagai informasi, Thailand telah resmi mendekriminalisasi ganja. Namun undang-undang yang jelas tentang masalah-masalah seperti konsumsi, pembelian, dan penjualan masih harus diikuti. Kementerian Kesehatan Masyarakat saat ini sedang mengerjakan "Undang-Undang Ganja dan Rami" yang bermaksud untuk memperjelas beberapa kebingungan.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts