Bisnis Mekah Lihat Haji Tahun Ini Sebagai Akhir Kemerosotan Akibat Pandemi COVID
Pexel/Ali Karim
Dunia
Haji 2022

Para pengusaha dan pedagang di Mekkah tampak berbahagia dan antusias menyambut ibadah Haji tahun 2022. Bisnis di Mekah penuh harap melihat booming haji tahun ini sebagai akhir kemerosotan usaha selama pandemi COVID-19.

WowKeren - Kembali dibukanya pembatasan haji setelah 2 tahun lamanya juga membawa harapan baru bagi pelaku bisnis di Mekah setelah pandemi COVID-19. "Bisnis telah kembali", seru Abdullah Mekhlafi (30) di toko tempat dia menjual sajadah di kota paling suci untuk umah Islam itu.

Dua tahun pembatasan drastis jumlah jemaah haji telah mengosongkan toko dan hotel di seluruh kota Mekah, Arab Saudi. Tetapi pemilik bisnis berharap pemulihan cepat karena ratusan ribu jemaah haji kini berduyun-duyun ke wilayah itu.

"Kami memiliki beberapa pelanggan (selama dua musim haji terakhir), tetapi hari ini bisnis kembali, terima kasih Tuhan. Ini sama seperti sebelumnya, dan bahkan lebih baik," kata Mekhlafi kepada AFP.

Satu juta orang, termasuk 850 ribu orang dari luar negeri, akan diizinkan untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Satu dari lima rukun Islam yang wajib dilakukan oleh semua Muslim berbadan sehat setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Pada tahun 2019, sekitar 2,5 juta orang mengambil bagian dalam ibadah Haji di Mekah. Tahun berikutnya, setelah pandemi terjadi, orang asing dilarang dan jumlah total jamaah dibatasi 10 ribu untuk menghentikan haji berubah menjadi penyebar super global.


Angka itu naik menjadi 60.000 warga dan penduduk Saudi yang divaksinasi penuh pada tahun 2021. Kini, umat Muslim di seluruh dunia sudah bisa kembali menunaikan ibadah Haji.

Haji, yang menelan biaya setidaknya US$5.000 (S$7.000) per orang, dan umrah yang terjadi pada waktu lain dalam setahun biasanya merupakan penghasil pendapatan yang signifikan bagi Arab Saudi, terutama sektor pariwisata. Pada waktu normal, mereka menghasilkan sekitar US$12 miliar per tahun, menjaga agar ekonomi tetap berjalan di Mekah.

Kota ini telah melihat ledakan konstruksi dalam beberapa tahun terakhir yang telah membawa pusat perbelanjaan baru, gedung apartemen dan hotel mewah di tengah Masjidil Haram tempat semua Muslim berdoa. Namun proyek-proyek itu kemudian kekurangan klien selama pandemi.

Kini, para pemiliknya dihibur oleh pemandangan yang sudah berlangsung di Mekah pada hari Senin (4/7), dua hari sebelum haji secara resmi dimulai. Jamaah berjubah putih berbondong-bondong ke toko suvenir dan tukang cukur di seluruh kota berpenduduk dua juta jiwa itu. Dan pusat perbelanjaan utama di dekat Masjidil Haram, di mana banyak hotel berada, kembali ramai dengan para peziarah, jauh berbeda dari tahun lalu ketika daerah itu tampak hampir ditinggalkan.

Amin, seorang pemilik toko parfum, optimis tentang prospeknya, mengatakan kepada AFP bahwa kerugiannya dapat dipulihkan tahun ini.

“Ada perbedaan besar antara tahun ini dan tahun lalu. Tahun ini kita bisa melihat banyak peziarah yang membawa kembali kejayaan Masjidil Haram. Kerugiannya besar, tapi sekarang segalanya lebih baik," pungkasnya.

(wk/amel)


You can share this post!

Related Posts