Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan, Pengusaha Ragu Bisa Bertahan di Pasaran
Nasional
Kelangkaan Minyak Goreng

Peluncuran minyak goreng curah kemasan sederhana yang diberi merek Minyakita ini ditandai dengan proses gunting pita oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan.

WowKeren - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan resmi meluncurkan minyak gireng curah dalam kemasan sederhana pada Rabu (6/7) hari ini. Peluncuran minyak goreng curah kemasan sederhana ini ditandai dengan proses gunting pita oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

Dalam sambutannya, Zulkifli menyampaikan bahwa minyak goreng curah kemasan bermerek Minyakita itu akan dijual dengan harga Rp 13 ribu di acara peluncuran tersebut. "Jadi di sini ibu-ibu bisa beli minyak Rp 13 ribu, Rp 1.000-nya subsidi dari asosiasi," tutur Zulkifli.

Menurutnya, harga minyak goreng curah sudah mencapai angka Rp 14 ribu beberapa hari belakangan ini. Ia juga menambahkan bahwa distribusi Minyakita ke seluruh Indonesia telah dimulai hari ini, dan bahkan ada beberapa yang sudah dimulai kemarin.

"Pendek kata minyak Rp 14.000. Alhamdulillah 2 minggu ini, minggu ke-3 sudah berhasil. Sudah ada di mana-mana, tidak ada antrean, tidak ada keluhan," jelasnya.

Di sisi lain, pelaku usaha justru menilai program Minyakita berpotensi gagal. "Harus ada pengembangan, kalau begini-begini saja sejak 2014 sudah begini tidak jalan-jalan. Sudah delapan menteri mau begini, jadi kalau hanya launching saja pasti gagal. Saya akan beri masukan," ujar Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat.


Diketahui, Minyakita merupakan merek dagang milik Kemendag. Meski begitu, produksinya diserahkan kepada seluruh produsen minyak goreng yang berminat dan biaya pengemasan ditanggung masing-masing produsen.

Sebagai gantinya, pihak produsen akan mendapat insentif kuota ekspor lebih besar. Agar program Minyakita bisa terus berjalan, Sahat menilai pemerintah dan pihak swasta harus gotong royong.

"Jangan cuma perintah-perintah saja. Kontribusinya apa? Pemerintah hanya punya kemampuan regulasi, tapi secara fisik dia tidak ada," tuturnya.

Menurutnya, pemerintah harus membuat regulasi agar dapat menguasai pasokan minyak goreng demi mengintervensi harga dalam negeri. Setelah memiliki cadangan pasokan yang dikuasai, harga dapat ditentukan lebih murah dari pasar.

Sahat menilai masyarakat akan tertarik dengan Minyakita apabila harganya lebih murah dibanding minyak goreng curah di pasaran. Masyarakat juga akan teredukasi terkait penggunaan minyak goreng kemasan yang lebih aman bagi kesehatan.

"Bagaimana caranya agar lebih murah? PPN-nya dinolkan. Itu langsung jomplang harganya dan orang pasti serbu. Tapi tidak jangka panjang. Dua tahun saja untuk edukasi," tukasnya. "Kalau hanya dikasihkan kepada swasta ya (Minyakita) paling dua bulan lagi (hilang)."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts