Sejumlah Getaran Kecil Terasa di Lepas Pantai, Phuket Thailand Bakal Gelar Latihan Evakuasi Tsunami
Pixabay
Dunia

Latihan evakuasi ini dilakukan usai adanya sejumlah gempa bumi bawah laut di Kepulauan Nicobar yang meningkatkan ketakutan penduduk setempat akan potensi tsunami.

WowKeren - Distrik Thalang Phuket di Thailand akan menggelar latihan evakuasi tsunami pada 20 Juli 2022 mendatang. Latihan evakuasi ini dilakukan usai adanya sejumlah gempa bumi bawah laut di Kepulauan Nicobar yang meningkatkan ketakutan penduduk setempat akan potensi tsunami.

Kepulauan Nicobar yang berjarak sekitar 500 kilometer dari pantai Andaman Thailand terus diguncang gempat bawah laut dengan magnitudo 4,0 hingga 4,9 selama tiga hari. Mulai Senin (4/6) hingga Rabu (6/7) pagi ini, tercatat ada lebih dari 40 kali gempa. Meski begitu, tidak ada satu gempat pun yang menyebabkan kerusakan atau perubahan permukaan air laut.

Sementara itu, warga yang tinggal di daerah pesisir Thailand akan menerima peringatan apabila terjadi tsunami. Peringatan datang dari sejumlah sistem peringatan deteksi, meskipun dua pelampung peringatan tsunami utama saat ini sedang offline. Pengumuman tersebut akan disiarkan dalam lima bahasa, yakni Inggris, Thailand, Jepang, Tiongkok, dan Rusia.

Peringatan pertama akan mencakup informasi tentang kekuatan gempa. Sedangkan peringatan kedua akan mendesak orang untuk mempersiapkan evakuasi. Tergantung di mana gempa bawah laut itu terjadi dan kekuatannya, penduduk di sepanjang pantai Andaman Thailand akan memiliki waktu peringatan 30 menit hingga dua jam.


Sementara itu, Gubernur Phuket menegaskan bahwa dia telah memberikan instruksi kepada kantor pencegahan dan mitigasi bencana provinsi, wakil gubernur, dan organisasi lain untuk mengawasi situasi dengan cermat. Mereka ditugaskan untuk memastikan bahwa tim, kru konstruksi, dan peralatan siap untuk merespon jika terjadi tsunami lagi.

"Kami sudah siap sejak masyarakat Phuket mengalami tsunami tahun 2004. Kami tidak bisa berpuas diri. Yang paling penting adalah keselamatan orang-orang," ujarnya.

Menurut Kepala Kantor Pencegahan dan Mitigasi Bencana Phuket, angin muson barat daya yang kuat, banyak curah hujan, dan gelombang besar menyebabkan gelombang laut menyapu jalan dataran rendah di beberapa lokasi di sepanjang pantai barat Phuket pada Minggu (3/7) sore. Namun ia meyakinkan bahwa air pasang tidak ada hubungannya dengan tsunami.

"Agar tsunami dapat terbentuk, harus ada gempa bumi dengan kekuatan tujuh atau lebih skala Richter di sepanjang garis patahan Nicobar. Pusat Peringatan Bencana Nasional memantau dengan cermat semua faktor yang dapat menyebabkan gempa bumi dan tsunami," paparnya.

Sebagai informasi, tsunami di sepanjang pantai Andaman pada tahun 2004 silam merupakan yang pertama dalam sejarah yang tercatat di daerah tersebut. Sebanyak 8.212 orang meninggal atau hilang di Thailand pada 26 Desember 2004.

(wk/Bert)


You can share this post!

Related Posts