ISIS Diduga Lakukan Serangan di Penjara Nigeria, Bebaskan Ratusan Narapidana
pexels.com/MaurĂ­cio Mascaro
Dunia

Kelompok teroris ISIS pada Selasa (5/7) lalu, diduga telah melakukan serangan terhadap penjara di Nigeria. Hal ini lantas membuat ratusan narapidana di penjara tersebut bebas.

WowKeren - Kelompok teroris ISIS tampaknya hingga kini masih menjadi ancaman banyak negara di dunia. Pada Rabu (6/7), pejabat pemerintah mengatakan bahwa kelompok Islamis itu diduga telah menyerang sebuah penjara di Nigeria.

Kemudian, pejabat pemerintah mengungkapkan akibat dari serangan tersebut lantas membebaskan ratusan narapidana, termasuk militan. Serangan yang berlangsung pada Selasa (5/7) itu terjadi di Pusat Penahanan Keamanan Menengah Kuje, dekat Ibu Kota Nigeria, Abuja.

Para penyerang bersenjata itu disebut meledakkan beberapa bahan peledak untuk masuk ke penjara dan membebaskan hampir 900 dari 994 narapidana penjara. "Mereka datang dalam jumlah banyak, mereka masuk ke penjara dan mereka membebaskan beberapa narapidana," ujar Menteri Pertahanan Nigeria, Bashir Magashi dalam konferensi pers, dilansir melalui UPI, Kamis (7/7).

Menurut Sekretaris Tetap di Kementerian Dalam Negeri, Shuaib Belgore, serangan ISIS itu diketahui juga menimbulkan korban jiwa, di mana seorang penjaga tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan tersebut.

"Mereka datang khusus untuk rekan konspirator mereka, tetapi untuk menangkap mereka ... beberapa dari mereka berada di populasi penjara umum sehingga mereka pecah dan orang lain dalam populasi itu juga melarikan diri tetapi banyak yang telah kembali," tutur Belgore.


Sementara itu, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari pada Rabu (6/7), diketahui mengunjungi penjara dan melalui Twitter-nya mengatakan bahwa ia sedih atas serangan tersebut. Di samping itu, ia juga mempertanyakan keamanan penjagaan di penjara tersebut.

"Saya kecewa dengan sistem intelijen. Bagaimana teroris bisa mengatur, memiliki senjata, menyerang instalasi keamanan dan lolos begitu saja?" ujar Buhari melalui Twitter. "Saya mengharapkan laporan komprehensif tentang insiden mengejutkan ini."

Menurut analisis Al Jazeera tentang nomor pelarian resmi, serangan terhadap penjara untuk membebaskan para narapidana di Nigeria itu disebut telah menjadi hal biasa dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun lalu, diketahui hampir 2 ribu tahanan keluar dari penjara di Nigeria tenggara, setelah orang-orang bersenjata meledakkan dinding penjara dengan bahan peledak. Kemudian lebih dari 7 ribu narapidana juga telah melarikan diri dari penjara Nigeria antara tahun 2010 dan 2021.

"Di penjara menengah Kuje dekan Abuja, pasukan bersenjata Layanan Pemasyarakatan Nigeria dan badan keamanan lainnya yang terkait dengan pusat Penahanan telah merespons," beber Juru Bicara Layanan Penjara dalam sebuah pernyataan. "Ketenangan telah dipulihkan ke fasilitas dan situasinya terkendali."

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts