Proyek pembangunan IKN Nusantara hingga saat ini masih berlangsung. Bahkan Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan rutin setiap 3 bulan sekali guna meninjau pembangunan IKN.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 12 Juli 2022 - 10:26 WIB
WowKeren - Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara hingga saat ini masih dalam tahap pembangunan. Sementara itu, Presiden Joko Widodo disebut bakal mengunjungi IKN Nusantara secara rutin setiap tiga bulan sekali guna meninjau perkembangan pembangunan Ibu Kota baru.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa kunjungan rutin Jokowi ke IKN Nusantara itu disebut untuk memberikan semangat kepada para pekerja konstruksi yang tengah bekerja membangun proyek tersebut. "Mungkin tiga bulan sekali beliau akan ke sana (IKN Nusantara)," ujar Basuki di Komplek Istana Presiden, Jakarta, Senin (11/7).
Selain meninjau proyek pembangunan IKN, menurut Basuki, kunjungan rutin Jokowi itu juga untuk meyakinkan semua pihak bahwa IKN sedang dibangun. "Untuk beri semangat dan menghangatkan terus supaya orang yakin kita mau pindah," tutur Basuki.
Lebih lanjut, Basuki membeberkan bahwa pada 15 Juli nanti, kontrak pembangunan mulai diteken bersama para kontraktor. Adapun pengerjaan pertama kali yang bakal dilakukan adalah pengembangan lahan.
Menurut Basuki, nantinya lahan di IKN Nusantara akan diproses sedemikian rupa guna bisa dikembangkan untuk membangun kawasan baru. Terkait dengan kontrak land development, itu akan mengatur peruntukan lahan di IKN bagi masing-masing kementerian/lembaga sesuai dengan desain urban hasil sayembara yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.
Basuki menerangkan bahwa nantinya urban desain tersebut sudah ditentukan masing-masing bagian, mulai dari Istana Kepresidenan, Sumbu Kebangsaan, tempat para Menter, Sekretariat Negara, hingga DPR. Selanjutnya, setelah meneken kontrak land development, proses pembangunan IKN pun akan berfokus pada pembangunan infrastruktur yang menunjang IKN.
Adapun infrastruktur yang dimaksud adalah pembangunan jalan tol, jalan nasional dari Jembatan Pulau Balang sampai ke IKN, serta jalan kawasan yang menghubungkan jalan nasional ke IKN. Setelah itu, baru akan memulai pembangunan Istana dan Kantor Presiden, diikuti dengan kantor empat Kementerian Koordinator.
Mengenai dana yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur IKN Nusantara, kata Basuki, sejauh ini masih akan memakai dana APBN. "Sekarang sedang dilelang, karena lelangnya itu design and build, jadi nanti kita yang kita siapkan basic design-nya, nanti pemenangnya akan mendetil desainkan dan membangun jadi lebih cepat," papar Basuki.
"Mungkin nanti kalau ada rumah sakit, universitas, itu bisa investasi," tandas Basuki. Di samping itu, pemerintah diketahui juga akan mulai membangunkan hunian bagi para pekerja di IKN pada Agustus mendatang.
(wk/tiar)