WHO Ungkap Kondisi Pandemi COVID-19 Jauh Lebih Baik, Segera Jadi Endemi?
AFP/Fabrice Coffrini
Dunia

WHO menyebut bahwa kondisi pandemi COVID-19 saat ini sudah jauh lebih baik dibanding dengan awal virus Corona ditemukan. Lantas akankah dunia akan memasuki endemi dalam waktu dekat?

WowKeren - Pandemi COVID-19 hingga saat ini masih belum juga berakhir. Negara di dunia pun masih harus berjuang melawan penyebaran virus Corona. Bahkan ada juga yang mengalami gelombang baru.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pun kemudian mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 "tidak jauh dari berakhir". Ia pun mengaku khawatir akan jumlah kasus yang terus meningkat, dan "memberikan tekanan lebih lanjut pada sistem kesehatan dan petugas kesehatan yang melebar."

Meski begitu, Tedros mengatakan bahwa saat ini dunia berada dalam posisi yang jauh lebih baik daripada di awal pandemi COVID-19. "Ketika virus mendorong, kita harus melawan," ujar Tedros dalam konferensi pers di Jenewa, dilansir melalui Al Jazeera, Rabu (13/7).

"Tentu saja, ada banyak kemajuan. Kami memiliki alat yang aman dan efektif untuk mencegah infeksi, rawat inap, dan kematian," lanjut Tedros. "Namun, kita tidak boleh menganggap mereka begitu saja."


Tedros pun mendesak pemerintah untuk menerapkan langkah-langkah yang telah dicoba dan diuji seperti penggunaan masker, peningkatan ventilasi dan protokol pengujian serta perawatan di tengah meningkatkan penularan COVID-19 dan rawat inap.

Di samping itu, Komite darurat WHO tentang pandemi diketahui menggelar pertemuan pada pekan lalu, melalui konferensi video dan memutuskan bahwa pandemi tetap menjadi Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional, serta alarm tertinggi yang dapat dibunyikan WHO.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan mengatakan bahwa kasus global yang dilaporkan ke WHO meningkat 30 persen dalam dua minggu terakhir, yang mana sebagian besar didorong oleh subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Selain itu, juga adanya pencabutan masalah kesehatan masyarakat dan sosial.

Lebih lanjut, Ryan mengatakan bahwa perubahan baru-baru ini dalam kebijakan pengujian menghambat deteksi kasus dan pemantauan evolusi virus. Sehingga, komite pun menekankan perlunya mengurangi penularan virus karena implikasi dari pandemi yang disebabkan oleh virus pernapasan baru tidak akan sepenuhnya dipahami.

Tidak hanya itu, WHO pun menyuarakan keprihatinan atas pengurangan tajam dalam pengujian, yang mengakibatkan berkurangnya pengawasan dan pengurutan genom. "Ini menghambat penilaian varian virus yang saat ini beredar dan muncul," ungkap WHO.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait