Disebut Mengandung Darah Kristus, Relik Golden Shrine Berusia 2 Ribu Tahun Dikembalikan Pencurinya
Pixabay/RoAll
Dunia

Detektif asal Belanda berjuluk "Dutch Indiana Jones" menemukan kembali artefak suci "Darah Berharga Kristus" setelah sempat dicuri. Detektif itu dihubungi para pencuri yang ingin mengembalikan artefak suci tersebut.

WowKeren - Sebuah peninggalan kuno yang diyakini berisi darah Yesus Kristus ditemukan kembali setelah sempat dicuri dari salah satu gerega di Prancis. Peninggalan berupa sebuah golden shrine itu diperkirakan berusia 2 ribu tahun.

Melansir UPI, peninggalan "Darah Berharga Kristus" yang merupakan salah satu artefak paling suci Gereja Katolik, diambil dari Biara Fecamp di Normandia pada 2 Juni. Polisi menyakini para pencuri mengunci diri di gereja semalaman untuk mencuri peninggalan tersebut dam karya seni serta kepingan emas lainnya.

Detektif Belanda Arthur Brand mengatakan para pencuri menghubunginya secara anonim tiga minggu lalu. Mereka kemudian meninggalkan artefak berharga itu di depan pintu tempat tinggal detektif berjuluk "Dutch Indiana Jones " itu, lebih dari 300 mil dari tempat dicurinya.

"Orang ini mendekati saya atas nama orang lain, yang rumahnya disimpan relik curian ," kata Brand yang diakui atas kemampuannya untuk mengembalikan barang seni yang dicuri itu.

"Beberapa hari kemudian, pada pukul 10:30 malam, bel pintu berbunyi. Saya melihat dari balkon saya di luar dan dalam kegelapan saya melihat sebuah kotak. Saya berlari menuruni tangga, takut seseorang akan mengambil kotak itu. Di luar saya melihat sekeliling, tetapi tidak ada seorang pun di sana," sambungnya.


Brand mentweet pada hari Senin (11/7), "Saya menemukan kembali "Darah Yesus" legendaris dari Fecamp, salah satu peninggalan tertua dan tersuci dari Gereja Katolik."

Brand, yang telah menemukan lebih dari 200 karya seni yang tak ternilai, mengatakan dia berencana untuk menyerahkan relik suci itu kepada polisi Belanda. Kuil itu berisi dua botol timah, yang diyakini menampung darah Yesus dari penyaliban-Nya.

Relik itu sebelumnya diambil dua minggu sebelum perayaan tahunan "Misa Darah Suci" di biara Fecamp, di mana para peziarah telah bermigrasi selama 1.000 tahun untuk menyembah relik "Precious Blood".

"Sebagai seorang Katolik, ini sedekat mungkin dengan Yesus dan legenda Cawan Suci. Tujuh sampai 8% dari karya seni yang dicuri dikembalikan dan sebagian besar dihancurkan. Dalam kasus ini, saya pikir pencuri itu tidak tahu apa itu ," kata Brand kepada BBC.

"Memiliki relik pamungkas, darah Yesus di rumah Anda, dicuri, itu kutukan. Ketika mereka menyadari apa itu, bahwa Anda sebenarnya tidak dapat menjualnya, mereka tahu bahwa mereka harus menyingkirkannya," pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait