Pekerja Anak di Pakistan Tewas Disiksa Cuma Gara-gara Makan Makanan di Kulkas Majikan
Pixabay/billycm
Dunia

Di Pakistan, beberapa orangtua miskin terpaksa mengirim anak mereka untuk bekerja di rumah orang kaya. Anak-anak pekerja itu pun berisiko tinggi menghadapi kekerasan fisik hingga pelecehan seksual.

WowKeren - Seorang anak berusia 11 tahun yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga di sebuah keluarga kaya disiksa sampai mati oleh majikannya. Anak itu disiksa setelah tertangkap basah sedang memakan makanan dari lemari es mereka. Anak itu meninggal saat bekerja di lingkungan mewah di kota Lahore, pada saat keluarga di seluruh Pakistan sedang merayakan liburan Idul Fitri.

Sementara saudara laki-laki anak itu yang berusia 6 tahun juga dipukuli, tetapi selamat dari insiden tersebut. Polisi mengatakan bahwa anak-anak itu diikat di sebuah ruangan dan menjadi sasaran pemukulan berat dengan benda tajam selama berjam-jam oleh majikan mereka sementara anggota keluarga lainnya menonton.

Tiga dari majikan yang dituduh ikut serta dalam pemukulan telah ditahan oleh polisi. Sementara dua yang lain masih dalam pelarian.

“Saya menanggapi telepon dari rumah sakit bahwa mereka telah menerima tubuh seorang anak dengan tanda penyiksaan. Dua terdakwa membawanya ke sana,” kata petugas polisi Amanullah, yang meminta untuk hanya disebut dengan naman depannya karena tidak berwenang untuk berbicara tentang masalah tersebut, melansir VICE, Kamis (14/7).


“Mereka berperilaku mencurigakan karena itu kami membawa mereka ke kantor polisi untuk diinterogasi lebih lanjut. Tak lama kemudian, kami menyelamatkan adik laki-laki anak itu yang juga terluka," ceritanya.

Seorang juru bicara polisi yang meminta tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa terdakwa mengaku telah menyakiti anak-anak karena memakan makanan dari lemari es mereka selama interogasi. Menurut polisi, anak-anak tersebut telah bekerja untuk keluarga selama beberapa bulan dan sering dipukuli karena hal-hal sepele. Amanullah mengatakan bahwa penyelidik tidak dapat menghubungi orangtua anak-anak tersebut, yang teleponnya tampaknya telah dimatikan.

Sebenarnya mempekerjakan anak-anak di bawah 14 tahun adalah perbuatan ilegal di Pakistan. Namun, masih ada epidemi pekerja anak besar-besaran di negara itu. Kelompok advokasi hak anak lokal telah melaporkan bahwa lebih dari sekitar 12,5 juta anak bekerja di negara tersebut di pabrik, pertanian, dan sebagai pekerja rumah tangga.

Pekerja rumah tangga anak seringkali berisiko menghadapi pelecehan seksual, fisik dan psikologis yang tidak terkendali. Pada tahun 2020, seorang anak berusia 8 tahun di kota Rawalpindi dibunuh oleh majikannya karena membebaskan burung beo berharga mereka.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait