Di tengah banyaknya pujian untuk 'Extraordinary Attorney Woo', seorang netizen yang memiliki anak autis mengaku tak nyaman dengan konsep drama ini. Berikut penuturan lengkapnya.
- Eva Lestari
- Jumat, 15 Juli 2022 - 03:00 WIB
WowKeren - Drama "Extraordinary Attorney Woo" sedang menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, drama ini mengangkat tema unik tentang seorang pengacara autis yang jenius.
Ceritanya sendiri berfokus pada Woo Young Woo (Park Eun Bin), seorang gadis jenius yang mampu bergabung dengan firma hukum besar bernama Hanbada. Drama ini banyak dipuji karena menggambarkan kehidupan penderita spektrum autisme dengan sangat rinci dan realistis, termasuk bagaimana prasangka negatif masyarakat terhadap mereka.
Namun baru-baru ini ada seorang netizen yang memberi ulasan negatif tentang jalan cerita "Extraordinary Attorney Woo". Hal itu ia tuangkan dalam postingan berjudul "Tidak peduli apa yang orang katakan, aku masih merasa tidak nyaman dengan Woo Young Woo."
Meski telah tersebar di berbagai komunitas online, artikel tersebut awalnya dibagikan di kafe online untuk para orangtua yang membesarkan anak dengan cacat perkembangan dan autisme. Karena itulah artikel ini ditulis oleh seorang netizen (A) yang memiliki anak penyandang disabilitas.
A berpendapat bahwa cerita gadis autis menjadi pengacara tidak masuk akal. Dia menuturkan, "Drama hanyalah drama dan aku mengakui bahwa mereka memiliki tujuan yang baik. Tapi orang autis bisa menjadi pengacara? Lalu sulit untuk memanggilnya autis."
A melanjutkan, "Dia lebih seperti pengacara yang dulunya memiliki autisme. Bahkan jika dia memiliki otak jenius dan mengidap sindrom Asperger, dia tidak lagi autis jika dia bisa menjadi pengacara yang harus cepat memahami dan membuat penilaian dadakan sesuai dengan situasi yang berubah serta membaca pikiran orang dengan baik."
"Autisme adalah penyakit yang menyebabkan kelemahan mental dan fisik. Tapi jika seorang pengacara autis, bukankah dia juga memiliki kelemahan mental dan fisik? Lalu bagaimana pengacara seperti itu dapat membela kliennya," imbuh A.
Lebih lanjut, A berkata, "Dalam adegan di mana saksi bertanya kepada dokter apakah Woo Young Woo autis atau tidak, aku benci melihat bagaimana dia memutar matanya dan berbicara dengan suara mekanis karena dia tidak bisa melakukan kontak mata dengan Woo Young Woo. Penampilan orang autis seolah-olah berubah menjadi sesuatu yang menghibur."
Pada akhirnya A mengatakan bahwa masih ada banyak orang yang memiliki prasangka negatif terhadap penderita autisme. Karena itulah dia ragu apakah "Extraordinary Attorney Woo" akan dapat mengubah pola pikir masyarakat.
Dia memaparkan, "Di Korea, di mana banyak orang masih percaya bahwa orang dewasa dengan cacat perkembangan harus didampingi oleh wali mereka selama 24 jam sehari dan harus tinggal di rumah atau dikirim ke fasilitas untuk penyandang cacat, Woo Young Woo tampaknya menjadi satu-satunya orang yang bisa keluar dan hidup di masyarakat."
"Aku tidak tahu apakah drama ini, yang mendapatkan begitu banyak perhatian, akan mampu mengurangi prasangka di masyarakat atau memperluas perspektif orang-orang," pungkasnya.
Postingan ini langsung menarik perhatian banyak netizen begitu diunggah. Mereka turut bersimpati kepada A yang merasakan sendiri bagaimana membesarkan anak dengan gangguan spektrum autisme.
"Orangtua dengan anak autis dapat merasakan hal ini," ujar seorang netizen. "Sangat mudah untuk memahami kenapa kalian berpikir demikian jika kalian pernah mengalami ketidaknyamanan membesarkan anak penyandang disabilitas," imbuh yang lain.
"Ini sangat memilukan," sahut netizen yang lain. "Aku bisa mengerti kenapa mereka merasa seperti ini," pungkas netizen lainnya dan masih banyak lagi.
Sementara itu, rating episode terbaru "Extraordinary Attorney Woo" berhasil meningkat drastis. Menurut Nielsen Korea, episode kelima drama ini mencatat rating sebesar 9,138 persen, yang merupakan peningkatan 10x lipat dari siaran perdananya.
(wk/eval)