Caro Quintero ditangkap setelah seekor anjing pencari bernama Max menemukannya bersembunyi di semak-semak di kota San Simon di negara bagian Sinaloa selama operasi gabungan oleh angkatan laut dan Kantor Kejaksaan Agung.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 16 Juli 2022 - 08:43 WIB
WowKeren - Gembong narkoba terkenal, Rafael Caro Quintero, dilaporkan ditangkap oleh pasukan Meksiko pada Jumat (15/7). Caro Quintero diketahui berada di balik kasus pembunuhan dan penyiksaan agen anti-narkotika (DEA) Amerika Serikat pada tahun 1985.
Caro Quintero ditangkap setelah seekor anjing pencari bernama Max menemukannya bersembunyi di semak-semak di kota San Simon di negara bagian Sinaloa selama operasi gabungan oleh angkatan laut dan Kantor Kejaksaan Agung. Pria yang masuk dalam daftar 10 buronan FBI paling dicari itu tersebut ditangkap pada Jumat tengah hari.
Adapun sebuah helikopter Angkatan Laut Blackhawk yang membawa 15 orang jatuh di dekat kota pesisir Los Mochis selama operasi. 14 orang di dalamnya dilaporkan tewas.
Penyebab kecelakaan tersebut belum ditentukan. Seorang pejabat AS yang melacak serangan itu mengatakan kepada CBS News bahwa kecelakaan itu terkait dengan operasi tersebut, tetapi mengatakan bahwa Caro Quintero tidak ada di dalam helikopter itu.
Sebagai informasi, Caro Quintero merupakan salah satu pendiri kartel Guadalajara, salah satu organisasi perdagangan narkoba paling kuat di Amerika Latin selama tahun 1980-an. Ia menghabiskan masa 28 tahun di penjara atas kasus pembunuhan mantan agen DEA AS, Enrique "Kiki" Camarena.
Pada tahun 2013, Caro Quintero dibebaskan secara teknis oleh seorang hakim Meksiko. Menurut pejabat AS, Caro Quintero langsung pergi kembali ke bisnis perdagangan manusia usai dibebaskan. AS kemudian menempatkan Caro Quintero dalam daftar 10 buronan paling dicari FBI dan memasang hadiah USD 20 juta atau setara Rp 299,9 miliar untuk kepalanya.
"Ini mungkin salah satu tangkapan paling penting dalam dekade terakhir dalam hal kepentingan DEA,” kata Mike Vigil, mantan kepala operasi internasional DEA.
Media El Universal mencatat bahwa penangkapan Qunitero terjadi beberapa hari setelah presiden Meksiko, Andrés Manuel López Obrador, bertemu Joe Biden di Gedung Putih. Sesaat sebelum penangkapan Caro Quintero hari Jumat, Duta Besar AS Ken Salazar mengatakan kepada wartawan bahwa ada kemajuan dalam hubungan keamanan.
"Saya telah mengadakan pertemuan dengan menteri luar negeri dan dengan kabinet keamanan, bersama dengan semua lembaga kami termasuk kepala DEA yang baru duduk di sebelah kanan saya," kata Salazar. "Jadi jika kami tidak diterima di sini di Meksiko, itu tidak akan terjadi."
(wk/Bert)