Suhu di Inggris sedikit lebih dingin sehari setelah serangan gelombang panas berada di puncaknya. Namun, suhu di sejumlah wilayah di Inggris dikabarkan juga masih bisa mencapai di atas normal.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 21 Juli 2022 - 12:43 WIB
WowKeren - Inggris dan sejumlah negara lain di Eropa kini tengah menghadapi serangan gelombang panas. Bahkan, Inggris juga sempat merilis peringatan merah pertama untuk panas ekstrem yang bisa mengancam keselamatan jiwa. Namun kini warga Inggris agaknya bisa sedikit lebih tenang.
Cuaca yang lebih dingin dikabarkan telah ke Inggris pada Rabu (20/7). Satu hari setelah gelombang panas yang bersejarah dan belum pernah terjadi sebelumnya mengirimkan suhu ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara itu.
Panas yang luar biasa telah menimbulkan gangguan perjalanan dan berkontribusi pada merebaknya kebakaran rumah dan gedung di sekitar London. Hal itu menurut Walikota Sadiq Khan mengakibatkan hari tersibuk bagi Brigade Pemadam Kebakaran London sejak Perang Dunia II.
Cuaca yang lebih dingin pada hari Rabu adalah berkat awan dan badai yang melewati negara itu. Namun suhu masih diperkirakan mencapai di atas normal di beberapa daerah, termasuk London. Suhu di London biasanya naik menjadi sekitar 70 derajat F selama pertengahan Juli, tetapi ibukota Inggris diperkirakan mencapai 80 derajat F pada hari Rabu.
"Kami melihat gelombang panas di Inggris seperti negara-negara lain, tetapi untuk melihat suhu naik di atas 40 derajat Celcius, saya tidak pernah berpikir saya akan melihatnya di sini di Inggris dalam hidup saya," ujar Liz Bentley, kepala eksekutif Royal Meteorological Society Inggris, dalam wawancara AccuWeather Prime Selasa (19/7), saat gelombang panas memuncak, melansir UPI.
Irlandia dan Irlandia Utara juga berhasil menhindari yang terburuk dari panas ekstrem. Posisi aliran jet di atas Inggris memainkan peran besar dalam menyelamatkan mereka dari suhu brutal yang melanda sebagian besar Inggris minggu ini. Meskipun panas mereda di Irlandia dan Inggris, suhu tinggi yang berbahaya bertahan di tempat lain di Eropa.
"Ahli meteorologi AccuWeather terus menyoroti bahwa sementara musim panas sekarang telah mereda di Inggris dan Irlandia, seperti yang telah kami perkirakan secara akurat, panas ekstrem yang berbahaya akan berlanjut lebih jauh ke selatan dan timur hingga akhir pekan -- terutama di seluruh bagian Jerman, Polandia, Serbia, Rumania dan Bulgaria," kata kepala meteorologi AccuWeather, Jonathan Porter.
"Selain itu, panas akan terus berlanjut di Portugal, Spanyol, Prancis selatan hingga Italia Utara selama beberapa hari mendatang. Kehidupan akan terus terancam oleh panas yang ekstrem," pungkasnya.
(wk/amel)