Nirina Zubir Sakit Hati Usai Terdakwa Kasus Mafia Tanah Salahkan Mendiang Sang Ibu, Dituding Begini
Instagram/nirinazubir_
Selebriti
Nirina Zubir Korban Mafia Tanah

Nirina Zubir meluapkan isi hatinya usai sang ibunda disalahkan oleh para terdakwa kasus mafia tanah. Nirina merasa sakit hati karena sang ibunda telah tiada.

WowKeren - Nirina Zubir mengaku begitu emosional saat mengikuti sidang kasus mafia tanah pada Selasa (26/7) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Hal ini karena keterangan para terdakwa yang menggiring opini bahwa sang ibunda, terlilit utang dan tak dipedulikan anak-anaknya.

Gara-gara utang tersebut, ibunda Nirina disebut meminta bantuan Riri Khasmita untuk menjual serta menggadaikan aset milik ibunya untuk membayar utang. Pernyataan terdakwa ini pun langsung membuat Nirina Zubir dan keluarga begitu marah.

"Hari ini saya lumayan emosional. Jahat banget orang-orang ini (terdakwa). Semua kesalahan dilimpahkan ke ibu saya," kata Nirina Zubir. "Saya sakit hati banget ada manusia setega ini, sejahat ini."

"Ibu saya nggak ada niat buat menelantarkan mereka. Bahkan membantu. Tapi mereka membalikkan fakta bahwa ibu saya yang punya hutang 4 miliar. Saya nggak ikhlas kalau orang-orang ini sampai lolos," sambung Nirina Zubir.


Nirina Zubir kemudian mengungkapkan bahwa ia tak masalah jika nama baiknya dicemarkan sebagai pembelaan dari terdakwa. Namun, Nirina begitu sakit hati saat terdakwa menyalahkan dan menuding mendiang sang ibunda. Ia pun menanyakan soal hati nurani yang dimiliki oleh para terdakwa.

"Kalau mereka menjelekkan nama kami biarkanlah, kami kan masih bisa membela diri. Kami masih bisa melaporkan mereka atas pencemaran nama baik. Tapi kalau ibu kami. Ibu kami kan sudah nggak ada, di mana sih hati nurani kalian," ucap Nirina Zubir.

"Aku kasih tahu ya ke kalian, lihat nanti siksa kubur kalian seperti apa. Terserah kalian mau zalimi saya. Ingat nanti siksa kubur," timpal kakak Nirina Zubir, Fadhlan Karim. "Ini merupakan alasan yang paling mudah ya mereka melemparkan kesalahan kepada orang yang sudah nggak ada."

Sebelumnya, kasus ini bermula pada 2015 ketika Asisten Rumah Tangga (ART) ibunda Nirina Zubir yang bernama Riri Khasmita. Riri diminta mengurus enam aset milik ibu Nirina Zubir berupa dua bidang tanah kosong dan empat bidang tanah beserta bangunan.

(wk/dess)

You can share this post!

Related Posts