Yang Huiyan merupakan putri dari pendiri Country Garden, Yang Guoqiang. Yang Huiyan mewarisi kekayaannya kala sang ayah mentransfer saham kepadanya pada tahun 2005 dan menjadi wanita terkaya di Asia pada tahun 2007.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 28 Juli 2022 - 18:28 WIB
WowKeren - Wanita terkaya di Asia, Yang Huiyan, dilaporkan kehilangan lebih dari separuh kekayaannya dalam setahun terakhir. Kekayaan pemegang saham terbesar di perusahaan properti raksasa Tiongkok, Country Garden, itu anjlok usai sektor real estat Negeri Tirai Bambu tengah diguncang krisis keuangan.
Menurut Indeks Miliarder Bloomberg, kekayaan bersih Yang Huiyan anjlok lebih dari 52 persen dari yang awalnya USD 23,7 miliar atau setara Rp 353,5 triliun menjadi USD 11,3 miliar atau setara Rp 168,5 triliun. Kekayaan Yang Huiyan juga mendapat pukulan keras pada Rabu (27/7) ketika saham yang terdaftar di Country Garden turun 15 persen setelah perusahaan mengumumkan akan menjual saham baru untuk mendapatkan uang.
Sebagai informasi, Yang Huiyan merupakan putri dari pendiri Country Garden, Yang Guoqiang. Yang Huiyan mewarisi kekayaannya kala sang ayah mentransfer saham kepadanya pada tahun 2005. Pada tahun 2007, Yang Huiyan menjadi wanita terkaya di Asia usai Country Garden menggelar penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong.
Namun krisis properti Tiongkok saat ini membuat Yang Huiyan terancam kehilangan gelar tersebut. Taipan serat kimia, Fan Hongwei, saat ini berada di posisi kedua dengan kekayaan bersih senilai USD 11,3 miliar atau setara Rp 167 triliun pada Kamis (28/7).
Diketahui, otoritas Tiongkok telah menindak utang yang berlebihan di sektor properti pada tahun 2020. Hal ini membuat sejumlah pemain utama bisnis properti seperti Evergrande dan Sunac berjuang untuk melakukan pembayaran dan memaksa mereka untuk bernegosiasi ulang dengan kreditur saat mereka tertatih-tatih di tepi kebangkrutan. Para pembeli pun marah karena konstruksi yang terlambat dan penyelesaian properti mereka tertunda. Mereka lantas mulai menahan pembayaran hipotek untuk rumah yang dijual sebelum selesai.
Country Garden sebenarnya relatif tidak terpengaruh oleh gejolak industri tersebut. Namun hal itu tetap menakuti para investor dengan pengumuman pada hari Rabu bahwa Country Garden berencana untuk mengumpulkan lebih dari USD 343 juta atau setara Rp 5,1 triliun melalui penjualan saham yang sebagian untuk membayar utang.
Country Garden menjelaskan bahwa hasil dari penjualan saham tersebut akan digunakan untuk "membiayai kembali hutang luar negeri yang ada, modal kerja umum dan tujuan pengembangan di masa depan". Adapun regulator perbankan Tiongkok telah mendesak pemberi pinjaman untuk mendukung sektor properti dan memenuhi "kebutuhan pembiayaan yang wajar" dari perusahaan sebagai analis dan pembuat kebijakan takut penularan keuangan.
(wk/Bert)