Usai Kematian Cacar Monyet di Luar Afrika Dilaporkan, WHO Eropa Prediksi Akan Semakin Banyak
Dunia
Wabah Cacar Monyet

Setelah WHO menyatakan status darurat global terhadap cacar monyet, kini sudah ada laporan kematian pertama di luar Afrika. Atas hal ini, WHO Eropa memperkirakan akan ada lebih banyak kematian terkait cacar monyet.

WowKeren - Kasus cacar monyet alias monkeypox rupanya semakin meluas ke banyak negara di luar Afrika. Sebagaimana diketahui, penyakit cacar monyet merupakan endemik di sebagian negara Afrika.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan status darurat terhadap cacar monyet. Saat ini, diketahui bahwa sudah ada laporan kematian pertama akibat cacar monyet di luar negara Afrika.

Setelah adanya laporan kematian pertama cacar monyet di luar negara Afrika, WHO Eropa pada Sabtu (30/7), lantas memprediksikan bahwa akan ada lebih banyak kematian terkait cacar monyet. Sembari menyampaikan hal tersebut, WHO Eropa juga menekankan bahwa komplikasi parah masih jarang terjadi.

"Dengan penyebaran cacar monyet yang terus berlanjut di Eropa, kami memperkirakan akan melihat lebih banyak kematian," ujar Catherine Smallwood, Pejabat Darurat Senior di WHO Eropa, dalam sebuah pernyataan, dilansir melalui malaymail, Sabtu (30/7).


Smallwood kemudian menekankan bahwa tujuannya perlu "menghentikan transmisi dengan cepat di Eropa dan menghentikan wabah ini". Meski begitu, Smallwood juga menekankan bahwa dalam banyak kasus penyakit itu sembuh sendiri tanpa perlu pengobatan.

"Pemberitahuan kematian akibat cacar monyet tidak mengubah penilaian kami tentang wabah di Eropa. Kami tahu bahwa meskipun sembuh sendiri dalam banyak kasus, cacar monyet dapat menyebabkan komplikasi parah," lanjut Smallwood.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Spanyol mencatat kematian kedua terkait cacar monyet pada Sabtu (30/7), sehari setelah Spanyol dan Brasil melaporkan kematian pertama mereka. Pengumuman tersebut lantas menandai apa yang dianggap sebagai kematian pertama yang terkait dengan wabah saat ini di luar Afrika.

Di sisi lain, pihak berwenang Spanyol diketahui tidak akan membeberkan penyebab spesifik kematian tersebut sebelum hasil autopsi keluar. Sedangkan pihak berwenang Brasil, menggarisbawahi bahwa orang yang meninggal memiliki "kondisi serius lainnya".

"Alasan biasa pasien mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit, termasuk bantuan dalam mengelola rasa sakit, infeksi sekunder, dan dalam sejumlah kecil kasus kebutuhan untuk mengelola komplikasi yang mengancam jiwa seperti ensefalitis," jelas Smallwood.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts