Dior Lagi-Lagi Dituding Lakukan Perampasan Budaya untuk Koleksi Barunya
Dunia

Kasus semacam ini bukan pertama kalinya dialami Dior. Sebelumnya pada bulan lalu, hal serupa terjadi ketika merek mewah itu dituduh menjiplak rok tradisional Tiongkok.

WowKeren - Merek fashion asal Prancis Dior lagi-lagi menuai kecaman karena dianggap melakukan perampasan budaya. Kali ini untuk sweatshirt barunya, yang merupakan bagian dari koleksi pakaian siap pakai musim gugur dan musim dingin 2022 terbaru.

Pengguna media sosial Tiongkok mengklaim bahwa itu tampak seperti lukisan bunga dan burung tradisional Tiongkok. Untuk membuktikan pendapat mereka, seorang pengguna media sosial memposting foto perbandingan di Weibo, sebagaimana dilaporkan oleh Global Times.

Menurut portal tersebut, produk tersebut telah diperkenalkan oleh merek itu di situs webnya sebagai Jardin d'Hiver (taman musim dingin) yang ikonik. Pola bunga dan burung yang serupa juga dapat dilihat pada gaun dan mantel Dior lainnya, meskipun merek tersebut memperkenalkan koleksi ini sebagai interpretasi dari mural dinding Mr. Dior.


Kasus semacam ini bukan pertama kalinya dialami Dior. Sebelumnya pada bulan lalu, hal serupa juga sempat terjadi ketika merek mewah itu dituduh meniru desain dari pakaian tradisional Tiongkok yang disebut Mamianqun atau gaun berwajah kuda.

Meskipun Dior belum secara terbuka menangani keluhan tersebut, portal tersebut mengatakan Dior telah berhenti menjual gaun itu di Tiongkok. Namun, seorang mahasiswa Tiongkok yang belajar di luar negeri dan tidak senang dengan perkembangan terakhir, telah mengorganisir protes tentang masalah ini.

Baru minggu lalu, sebuah protes diadakan di alun-alun dekat toko utama Dior di Paris yang melihat mereka memegang gambar yang membandingkan rok baru Dior dengan rok wajah kuda tradisional Tiongkok. Beberapa spanduk mereka berbunyi: 'Ini adalah pakaian tradisional Tiongkok', 'Dior menjiplak desain' dan 'Hentikan perampasan budaya'.

(wk/zodi)


You can share this post!

Related Posts