Geger Kasus Pemerkosaan Massal di Afrika Selatan, Ribuan Orang Serang Kelompok Penambang Informal
Pixabay/Counselling
Dunia

Menteri Kepolisian Bheki Cele mengatakan penambang informal tak berizin yang biasa dikenal sebagai 'zama zama' diduga berada di balik kasus pemerkosaan massal di kota Krugersdorp, sebuah kota kecil di barat Johannesburg, pada Kamis (28/7).

WowKeren - Kasus pemerkorsaan massal terhadap delapan orang wanita baru-baru ini menggegerkan Afrika Selatan dan memicu amarah publik. Sekelompok pria bersenjata dilaporkan memaksa masuk ke lokasi syuting video musik di dekat tempat pembuangan tambang dan merampok kru serta memerkosa delapan wanita muda yang menjadi model video musik tersebut.

Menteri Kepolisian Bheki Cele mengatakan penambang informal tak berizin yang biasa dikenal sebagai "zama zama" diduga berada di balik kasus pemerkosaan massal di kota Krugersdorp, sebuah kota kecil di barat Johannesburg, pada Kamis (28/7) pekan lalu. Zama-zama diyakini sebagian besar terdiri dari orang asing yang tidak berdokumen.

Pada Kamis (4/8), ribuan pengunjuk rasa yang marah memburu zama-zama hingga membakar rumah. Berbekal parang, tongkat golf, dan palu, gerombolan penduduk berpindah dari satu daerah ke daerah lain di pinggiran kota Kagiso, mencoba untuk menemukan para penambang yang beroperasi secara ilegal di lubang-lubang informal.

Melansir AFP, warga juga tampak membakar sebuah rumah yang diduga milik seorang kepala geng. Tayangan televisi lokal menunjukkan pengunjuk rasa menggunakan batu besar untuk menutup lubang tambang ilegal di distrik Kagiso.


Polisi menjaga jarak dan menembakkan granat kejut dari helikopter untuk membubarkan massa. Pada Kamis malam, otoritas setempat mengatakan situasi telah stabil dan 29 orang tidak berdokumen telah ditangkap atas tuduhan imigrasi ilegal.

Mayat seorang pria ditemukan di dekat daerah tersebut pada Jumat (5/8) pagi, namun belum diketahui apakah kematiannya terkait dengan aksi protes tersebut. Pihak kepolisian mengatakan penyelidikan pembunuhan dan kekerasan publik dibuka usai temuan mayat tersebut.

Sementara itu, pihak otoritas telah menangkap lebih dari 100 orang terkait kasus perampokan dan pemerkosaan massal tersebut. Kebanyakan merupakan migran yang ditangkap karena berada di negara itu secara ilegal.

"Zama-zama harus pergi, mereka menyerang saudara perempuan kita," ujar salah seorang peserta aksi protes bernama Daniel Nzuma kepada AFP.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts