Harga Menu Burger King Naik Imbas Inflasi, Perusahaan Beber Hal Ini
Unsplash/Kseniia Ilinykh
Dunia

Inflasi yang terjadi rupanya juga mempengaruhi harga menu pada restoran makanan cepat saji seperti Burger King. Atas hal ini, perusahaan membeberkan dampaknya.

WowKeren - Di tengah ketidakpastian global seperti sekarang ini, banyak negara di dunia yang mengalami inflasi. Inflasi ini pun rupanya juga mempengaruhi harga makanan cepat saja seperti di store Burger King mengalami kenaikan.

Pada Kamis (4/8), perusahaan induk Burger King menyampaikan bahwa dengan adanya kenaikan harga imbas inflasi, mendorong lebih banyak pelanggan yang menggunakan hal-hal seperti kupon dan hadiah program loyalitas. Hal ini tampaknya tidak terjadi pada store Burger King saja.

Melansir UPI, hal yang sama juga berlaku untuk merek besar lainnya yang dimiliki oleh Restaurant Brands International, yang merilis hasil keuangan kuartal kedua pada Kamis (4/8).

Dalam deretan nama rumah makan internasional tersebut juga termasuk perusahaan induk makanan cepat saji multinasional yang berbasis di Toronto juga memiliki Popeyes Louisiana Kitchen dan rantai kopi dan donat Tim Hortons, serta rantai waralaba sandwich Firehouse Subs.

Dengan terjadinya inflasi, para eksekutif dari ribuan perusahaan waralaba melihat lebih banyak pelanggan menukarkan kupon dan hadiah program loyalitas untuk mengimbangi menu yang lebih mahal. "Ini menunjukkan orang mencari nilai terbaik untuk uang," ujar CEO Restaurant Brands José Cil selama panggilan konferensi untuk membahas pendapatan, dilansir dari UPI, Jumat (5/8).


Cil kemudian mengatakan bahwa perusahaan berusaha untuk menjauhkan pelanggan tersebut dari kupon dan ke aplikasi seluler mereknya, di mana ia masih menawarkan promosi dan juga mendapatkan informasi digital.

Di samping itu, diungkapkan bahwa penjualan digital perusahaan mengalami pertumbuhan dua digit dari tahun ke tahun, naik menjadi lebih dari USD3 miliar atau setara Rp44,6 triliun. Sementara penjualan digital mewakili 33% dari penjualan seluruh sistem RBI.

Lebih lanjut, Cil kemudian mengatakan kepada investor tren sektor yang lebih besar adalah melihat pelanggan berpenghasilan rendah menghabiskan lebih sedikit di restoran cepat saji, sementara segmen yang berbeda lebih sering mengunjungi restoran, menjauh dari tempat makan kasual yang lebih mahal.

Cil lalu juga menyinggung mengenai rantai makanan cepat saji McDonald's dan Chipotle Mexican Grill yang mengatakan bahwa mereka berdua mengalami tren penurunan yang sama dari pelanggan pada bulan Juli. Hal ini menunjukkan bahwa usaha restoran makanan cepat saji di tengah inflasi yang terjadi belum aman.

"Kami terus melihat peningkatan yang stabil dalam bisnis Burger King AS kami dan akan membagikan rincian rencana kami untuk mempercepat pertumbuhan pasar dalam negeri dengan semua pewaralaba kami pada awal September," tutup Cil, merujuk pada rencana perusahaan yang lebih luas untuk menghidupkan kembali rantai burger pada musim gugur ini.

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts