Electric Multiple Unit (EMU) yang dikirim dari Tiongkok mulai Jumat (5/8) hari ini merupakan rangkaian kereta cepat dengan spesifikasi canggih dan mampu memonitor bahaya seperti gempa bumi dan banjir.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 05 Agustus 2022 - 13:28 WIB
WowKeren - Rangkaian electric multiple unit (EMU) untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dikirim dari Tiongkok mulai Jumat (5/8) ini. EMU merupakan rangkaian kereta cepat dengan spesifikasi canggih dan mampu memonitor bahaya seperti gempa bumi dan banjir.
Sebanyak 11 rangkaian EMU sudah selesai diproduksi di Tiongkok pada bulan April 2022 lalu. Selain EMU, satu unit Comprehensive Inspection Train (CIT) atau kereta inspeksi juga telah selesai diproduksi. Ke-12 rangkaian kereta tersebut telah menyelesaikan static test dan dynamic test sebelum dikirim ke Indonesia.
"Pengiriman perdana EMU dan CIT akan menandai sejarah pertama kalinya pengiriman EMU kereta cepat dari China ke luar negeri," jelas Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet.
Menurut Dwiyana, pengiriman ini menjadi langkah penting dalam upaya penyelesaian proyek KCJB. Ia mengungkapkan bahwa progres pembangunan proyek KCJB sendiri kini sudah mencapai 85 persen.
"Progres mencapai 85 persen. Masih menyisakan beberapa pekerjaan tunnel 2, pre loading, track laying, dan penyelesaian stasiun," tuturnya.
Di sisi lain, rangkaian EMU dan CIT KCJB disebut turut dirancang sesuai kondisi geologis Pulau Jawa. Teknologi canggih berupa disaster monitoring membuat kereta itu tak hanya bisa melesat cepat, namun juga memiliki tingkat keamanan dan kenyamanan yang sangat tinggi.
Dwiyana menjelaskan bahwa sistem keamanan yang terpasang dalam rangkaian EMU KCJB akan diidukung oleh instrumen keamanan. Di antaranya Monitoring Center, sensor pendeteksi ancaman di sepanjang trase KCLB, serta Disaster Monitoring Terminal di Tegal Luar sebagai pusat pengelolaan data kebencanaan.
Proyek KCJB ini dinilai merupakan simbol kedekatan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Dwiyana berharap kehadiran KCLB bisa meningkatkan konektivitas Jakarta, Bandung, dan sekitarnya.
"Proyek ini diharapkan membuat konektivitas semakin cepat dan menjadi moda transportasi alternatif yang ramah lingkungan," tukasnya.
(wk/Bert)