Kejahatan Rasial Melonjak Selama Pandemi, Pemerintah Kanada Didorong Sahkan UU Anti-rasisme
Pexel/Pavel Danilyuk
Dunia

Kejahatan dan kebencian rasial atau rasisme meningkat tajam di Kanada selama pandemi COVID melanda, menurut sebuah laporan. Kebencian itu menargetkan ras/etnik, agama, hingga orientasi seksual.

WowKeren - Pandemi COVID-19 juga membawa dampak buruk bagi mentalitas masyarakat. Menurut data dari Statistic Canada, kejahatan dan kebencian rasial di Kanada meningkat sejak dimulainya pandemi COVID-19. Kejahatan rasisme itu menargetkan agama, orientasi seksual dan suku atau ras.

Melansir Al Jazeera, Kanada membanggakan dirinya sebagai negara yang beragam dan ramah bagi imigran dan pengungsi. Namun kini negara itu telah menyaksikan lonjakan 72 persen dalam tingkat kejahatan rasial antara 2019 dan 2021, kata Statistics Canada.

Peningkatan ini sebagian disebabkan oleh pandemi, yang mengekspos dan memperburuk masalah keamanan dan diskriminasi. Orang Cina-Kanada dilaporkan mengalami peningkatan diskriminasi, setelah Wuhan, Tiongkok diyakini menjadi episentrum virus COVID.

Pada tahun 2021, kejahatan bermotif kebencian yang menargetkan agama melonjak 67 persen dan mereka yang menargetkan orientasi seksual naik 64 persen. Sementara mereka yang menargetkan ras atau etnis naik 6 persen.

Data kenaikan itu mendorong kelompok-kelompok minoritas untuk mendesak pemerintah mengesahkan undang-undang anti-rasisme. “Kami tidak bisa menunda lebih lanjut dalam tindakan untuk menghentikan kebencian dan rasisme anti-Asia,”ungkap Amy Go, presiden Dewan Nasional Kanada untuk Keadilan Sosial, kepada kantor berita Reuters.


Dewan telah meminta pemerintah federal meloloskan Undang-Undang Anti-Rasisme untuk mengumpulkan informasi spesifik tentang pelakunya serta lokasi dan kondisi kejahatan itu terjadi. Hal itu dilakukan agar bisa meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab.

Beberapa insiden yang menargetkan orang Asia telah membuat Manan Doshi, seorang mahasiswa internasional yang baru-baru ini datang ke Kanada, ragu untuk tetap tinggal. Doshi mengatakan keluarganya memintanya untuk kembali ke India setelah dirinya menyaksikan beberapa insiden menakutkan yang mengancam jiwa di stasiun kereta bawah tanah Toronto.

Mohammed Hashim, direktur eksekutif Yayasan Hubungan Ras Kanada, telah merekomendasikan pemerintah federal untuk menginvestasikan $15 juta dolar Kanada ($ 11,6 juta) untuk membantu korban kejahatan kebencian. Statistik baru mendokumentasikan lonjakan 71 persen dalam kejahatan rasial terhadap Muslim pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020, di mana ada 144 insiden.

“Ini tidak dapat diterima karena kebencian selamanya dapat merusak kemampuan orang untuk berpartisipasi dalam masyarakat,” pungkas Hashim.

Muslim di Kanada telah menjadi sasaran serangan kebencian besar dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penembakan massal yang merenggut enam jamaah di sebuah masjid di Quebec City pada 2017. Tahun lalu, seorang penyerang menabrak keluarga Muslim dengan truknya di London, Ontario. Empat orang tewas dalam apa yang digambarkan polisi sebagai serangan Islamofobia.

(wk/amel)


You can share this post!

Related Posts